JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG kini semakin berkomitmen untuk mendorong penggunaan *semen hijau* sebagai penggerak utama dalam pertumbuhan bisnis berkelanjutan perusahaan. Direktur Utama SIG, Donny Arsal, menjelaskan bahwa produk *semen hijau* yang dihasilkan menggunakan material serta proses yang ramah lingkungan menjadi nilai tambah yang membedakan perusahaan di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya bahan bangunan yang berkelanjutan. Kesadaran ini didorong baik oleh pihak publik maupun oleh kebijakan pemerintah. "Semen hijau yang dihasilkan oleh SIG memiliki emisi karbon yang lebih rendah, sehingga menjadi pembeda yang signifikan dibandingkan dengan *semen* konvensional. Fokus pada aspek keberlanjutan ini menjadikan SIG sebagai *game changer* dalam industri ini, yang secara progresif mengarahkan sektor tersebut menuju industri yang lebih ramah lingkungan. Langkah ini diharapkan menciptakan peluang bisnis yang dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja perusahaan, terutama mengingat persaingan pasar yang semakin ketat," ungkap Donny di Jakarta. Sebagai tambahan, ia menyebutkan bahwa outlook bagi industri semen di dalam negeri cukup optimis berkat tingginya permintaan semen untuk pembangunan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) serta proyek-proyek strategis lainnya. Pemerintah pun aktif dalam menjawab tantangan penyediaan perumahan, mengingat jumlah *backlog* kepemilikan rumah di Indonesia mencapai 9,9 juta unit pada tahun 2023. Dalam konteks pembangunan IKN, SIG telah memberikan kontribusi substansial sejak Desember 2022 hingga Juli 2024. Perusahaan ini memasok sebanyak 695.000 ton semen untuk berbagai proyek yang sedang berlangsung. Selain itu, SIG juga menyuplai hunian ramah lingkungan di IKN, termasuk rumah tipe 36 yang dibangun menggunakan bata *interlock* dari *semen hijau* yang mereka produksi. Kebutuhan akan semen dan sejumlah bahan konstruksi lainnya di IKN sangat tinggi. Untuk mengakomodasi hal ini, SIG tidak hanya berkolaborasi dengan kontraktor konstruksi setempat, tetapi juga bergabung dalam konsorsium PT Karya Logistik Nusantara (KLN). Konsorsium yang terdiri dari perusahaan-perusahaan BUMN ini bertugas menyuplai beton serta bahan baku untuk pembangunan IKN. Sebagai bagian dari langkah strategisnya, SIG melakukan penyertaan modal senilai Rp22,5 miliar kepada PT Karya Logistik Nusantara (KLN) melalui skema *right issue*. Dengan ini, SIG kini memiliki porsi saham sebesar 20,9 persen di KLN, yang memperkuat posisinya sebagai penyuplai bahan bangunan dan solusi yang berkelanjutan untuk proyek pembangunan IKN. Sementara itu, tidak hanya berfokus pada pertumbuhan di pasar domestik, SIG juga menargetkan peningkatan ekspor. Salah satu langkah yang diambil adalah pengembangan dermaga dan fasilitas produksi *semen* khusus yang berada di Tuban, Jawa Timur, yang diperkirakan akan mulai beroperasi pada tahun 2025. Proyek ini merupakan hasil kerjasama strategis SIG dengan anak perusahaannya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, bersama Taiheiyo Cement Corporation. Proyek ini ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan ekspor minimal 500 ribu ton per tahun ke pasar Amerika Serikat. Dalam hal keuangan, Direktur Keuangan & Manajemen Portofolio SIG, Andriano Hosny Panangian, menegaskan bahwa perusahaan terus berusaha mencapai tingkat keunggulan operasional (*operational excellence*) melalui optimasi distribusi, efisiensi konsumsi batu bara, peningkatan pemanfaatan energi alternatif, serta efisiensi biaya operasional dan biaya keuangan. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan profitabilitas perusahaan. Hingga semester pertama tahun 2024, SIG berhasil mempertahankan kinerja profitabilitas yang memuaskan, dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp16,41 triliun dan laba berjalan senilai Rp503,49 miliar. Perusahaan ini juga berhasil mempertahankan ketahanan keuangannya dengan mencatatkan arus kas positif dari operasi, yang memungkinkan mereka untuk mengurangi jumlah utang dan mempertahankan rasio solvabilitas yang sehat. Keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan SIG dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjang terkait utang, sehingga mereka mendapatkan peningkatan peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menjadi idAAA dengan outlook stabil, dari sebelumnya idAA+ dengan outlook positif. "Kondisi keuangan yang sehat ini tercermin dari kenaikan peringkat SIG menjadi idAAA, yang merupakan peringkat tertinggi dari Pefindo, serta masuknya perusahaan dalam daftar konstituen Indeks Pefindo i-Grade," kata Andriano. ANTARA