**Borneonews - Brussel**, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, memberikan peringatan terkait perluasan konflik di Gaza yang kini menjangkau Yerusalem, Tepi Barat, dan Lebanon. Dalam pernyataannya pada konferensi pers di Brussel setelah pertemuan para menteri pertahanan Uni Eropa, Borrell mencatat bahwa sejak awal musim panas, ketegangan dan kekerasan semakin meluas di Tepi Barat, Yerusalem, serta di sepanjang perbatasan antara Lebanon dan Israel.
Borrell mengemukakan bahwa operasi militer yang sedang dilakukan oleh Israel bertujuan untuk mengatasi *Hamas* telah menyebabkan dampak kemanusiaan yang sangat signifikan. Meski upaya tersebut diyakini telah melemahkan pengaruh *Hamas*, ia menegaskan bahwa protokol yang dibentuk kini menimbulkan pertanyaan mengenai tingkat kehancuran dan jumlah korban yang masih harus dipastikan.
Lebih lanjut, ia menyatakan, "Konflik yang berlangsung saat ini telah memicu krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang pada akhirnya berkontribusi pada situasi kesehatan yang sangat memprihatinkan." Menurut Borrell, konflik ini mempunyai dampak yang besar di Tepi Barat dan Yerusalem, karena kedua wilayah tersebut bukan hanya pusat geografi tetapi juga pusat simbolisme dalam perjuangan yang kini berlangsung.
Sebelumnya, pada hari Rabu, angkatan bersenjata Israel melakukan serangan militer paling intensif yang tercatat sejak tahun 2002 di kota Tulkarem dan Jenin. Serangan tersebut juga menyasar kamp pengungsi Al Fara dekat Tubas dan dilaporkan menewaskan 20 warga Palestina, berdasarkan data yang berasal dari Palestina.
Ketegangan yang meningkat di seluruh Tepi Barat yang masih berada dalam pendudukan ini bersamaan dengan serangan militer yang brutal di Jalur Gaza, yang telah mengklaim lebih dari 40.600 jiwa, sebagian besar merupakan wanita dan anak-anak, sejak 7 Oktober tahun lalu. Data dari Palestina menyebutkan setidaknya 670 warga Palestina telah kehilangan nyawa, hampir 5.400 lainnya terluka, serta lebih dari 10.300 ditangkap dalam wilayah yang terjajah.
Di akhir pernyataannya, Borrell menyoroti bahwa komunitas internasional secara umum belum berhasil menghentikan konflik yang berkepanjangan di Gaza. Ia juga menyatakan kemungkinan diadakan pertemuan tingkat tinggi selama sesi Majelis Umum PBB pada bulan September ini, yang dapat melibatkan partisipasi sejumlah negara Arab, AS, dan pihak lainnya yang ingin ikut dalam pertemuan tersebut, termasuk Israel.
ANTARA
Perluasan Konflik Gaza, Ancaman Kemanusiaan di Tepi Barat dan Yerusalem
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Fairid Buka Pengawasan Publik Dana Banpres Rp10 Miliar, 2 Hari Ditargetkan Mulai Berjalan
DPPPAPPKB Kotim Dorong Kampung KB Lebih Mandiri, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci
Upaya Kendalikan Cuaca Kalteng, 7 Sortie OMC Tabur 4,5 Ton Dry Ice dan 2 Ton NaCl
Iran Sebut Kawasan Timur Tengah akan Berubah Total Pascaperang
Polres Seruyan Gelar Operasi Patuh Telabang 2026, Utamakan Langkah Pencegahan
Menteri Nilai 68 Ribu UMKM Pemasok MBG Masih Sedikit
Komentar (0)
Memuat komentar…







