PALANGKARAYA –
**Borneonews - Sampit**, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang terletak di Kalimantan Tengah, berupaya memaksimalkan Dana Bagi Hasil (DBH) dari industri kelapa sawit untuk memperbaiki infrastruktur. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kotim, Mentana Dhinar Tistama, menjelaskan bahwa sejumlah paket perbaikan jalan tengah dilaksanakan pada tahun ini dengan pendanaan yang bersumber dari DBH Sawit. "Ada beberapa paket perbaikan jalan yang kami lakukan tahun ini, sebagian besar menggunakan anggaran yang bersumber dari DBH Sawit," ungkapnya. Dengan adanya perbaikan berbagai ruas jalan, diharapkan akan semakin memperlancar aktivitas masyarakat. Hal ini juga diharapkan dapat mendukung sektor perekonomian, terutama dalam memperlancar arus transportasi barang dan jasa yang sangat diperlukan oleh warga. Setelah upaya serius dari pemerintah daerah, khususnya melalui Bupati Kotim yang berjuang di tingkat pusat, akhirnya sejak tahun 2023 Pemkab Kotim mulai menerima DBH dari perusahaan perkebunan kelapa sawit. DBH Sawit yang diterima pada tahun 2023 berjumlah Rp46 miliar, sementara untuk tahun 2024 diproyeksikan sebesar Rp41 miliar. Pemkab Kotim berencana mengoptimalkan penggunaan dana tersebut untuk mendorong pengembangan wilayah terutama dalam sektor infrastruktur jalan. "Tujuan dari langkah ini adalah untuk memperbaiki aksesibilitas dan mendukung aktivitas perekonomian masyarakat. Jalan memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang berbagai kegiatan sehari-hari," terang Mentana. Ia menambahkan bahwa tahun ini terdapat sekitar 11 paket perbaikan infrastruktur jalan yang didanai oleh DBH Sawit. Ruas jalan yang akan diperbaiki mencakup baik yang berada di dalam kota maupun di luar kota. Untuk area dalam kota, perbaikan dijadwalkan di beberapa lokasi, termasuk Jalan HM Arsyad, Jalan Kapten Mulyono, Jalan Metro TV, dan Jalan Bumi Raya. Sementara itu, untuk perbaikan jalan di luar kota, terdapat beberapa lokasi penting yang diperhatikan, yaitu Jalan Simpang Kalang di Kecamatan Antang Kalang, Jalan SP 7 di Kecamatan Tualan Hulu, Jalan SP 2 dan Jalan Desa Mekar Jaya di Kecamatan Parenggean, serta jalan yang menghubungkan Desa Camba dan jalan dari Lingkar Utara menuju Desa Kandan di Kecamatan Kota Besi. "Beberapa ruas jalan tersebut akan kami tangani tahun ini, baik di dalam maupun luar kota. Kami berharap tidak ada kendala sehingga semua proyek dapat terlaksana dengan baik," tambahnya. Dari sejumlah proyek yang direncanakan, perbaikan Jalan HM Arsyad adalah salah satu yang sedang berlangsung saat ini. Proses perbaikan dimulai pada 7 Agustus 2024 dan ditargetkan selesai pada 24 Desember 2024. Dalam proyek rekonstruksi ini, pihaknya berkolaborasi dengan CV Sakakajang Bintang Utama sebagai pelaksana serta konsultan dari CV Berlian Kalimantan Engineering, dengan nilai kontrak sebesar Rp12.194.000.000 yang juga bersumber dari DBH Kotim tahun 2023. Rekonstruksi ini merupakan kelanjutan dari proyek yang dilakukan pada tahun 2022, di mana pada tahun sebelumnya peningkatan dilakukan di jalur sebelah barat. Kini, perbaikan difokuskan pada jalur sebelah timur dengan panjang jalan yang ditingkatkan mencapai 2,4 kilometer, dari simpang empat Jalan Pelita hingga Bundaran KB, dengan lebar jalan sekitar enam hingga tujuh meter. Metode yang digunakan dalam rekonstruksi jalan ini adalah *cement treated recycling base* (CTRB), yang merupakan metode daur ulang. Teknik ini telah terbukti efektif, efisien, dan cepat dalam pelaksanaan. Selain itu, kapasitas jalan yang diperbaiki tetap memenuhi standar jalan kabupaten, yaitu Muatan Sumbu Terberat (MST) sebesar delapan ton. Pengerjaan rekonstruksi jalan ini dilakukan secara intensif, baik siang maupun malam, agar target waktu penyelesaian dapat tercapai. ANTARA