PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Beternak bagi sebagian anak muda, mungkin dianggap sebagai pekerjaan yang kotor dan tidak menarik. Berbeda dengan Bahrianoor, anak muda yang memilih menjadi peternak bebek di Kabupaten Pulang Pisau.

Bahrianoor menyampaikan, bermula dari hobi, sekarang sudah memiliki lima kandang dengan 4.500 ekor bebek dan dua orang pekerja. Omset dari hasil usahanya ini dalam satu hari kurang lebih  Rp5 juta.

"Awalnya memang hobi, kemudian melihat peluang dan potensi, sepertinya punya peluang untuk berkembang. Awalnya membuat satu kandang, satu hari bisa sampai 3000 butir telur, untuk mengambil telur dan memberi pakan bebek, ada pekerja yang bertugas," kata Bahrianoor, Sabtu, 31 Agustus 2024.

Namun, lanjut Bahrian, banyak juga tantangannya dalam beternak bebek. Seperti ancaman virus. Selain itu, diawal memulai beternak, masih belum terlalu memahami cara merawat bebek. Ia-pun menggali ilmu menuju Provinsi Kalsel tepatnya di Desa Mamar, Amuntai untuk belajar beternak bebek yang baik dan benar.

Kendala lainnya dalam beternak bebek, jelas Bahrian, adalah harga jual telur bebek turun. Namun di Pulang Pisau, menurut Bahrian, harganya cenderung stabil. Biasanya, harga turun jika telur dari daerah lain seperti pulau Jawa masuk. 

Modal Awal

Bahrian menjelaskan, pada tahun 2020, diawal Covid 19, mulai serius beternak bebek. Sebelumnya, ia bekerja di sebuah kantor pemerintahan. Uang yang didapat kemudian ditabung. Ia lalu memilih keluar dari pekerjaan sebelumnya dan mulai usaha beternak bebek.

"Pada saat memulai usaha, modal awal yang dihabiskan R 60 juta untuk membuat kandang dan membeli bebek yang sudah siap bertelur. Namun, dana Rp 60 juta ternyata tidak cukup. Saya meminjam lagi di bank untuk menambah modal usaha," ujar Bahrian.

Rencana kedepan, taambah Bahrian, akan mengembangkan pembuatan pakan dan penetasan anakan bebek sendiri. (RETHA/Y)