JAKARTA –
**Borneonews - Al Hudaydah, Yaman**, Jumlah korban jiwa yang ditimbulkan oleh banjir dan hujan lebat di Provinsi Al-Hudaydah, Yaman, kini mencapai 84 orang. Selain itu, sebanyak 25 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Informasi ini disampaikan oleh kelompok Houthi pada hari Jumat, 30 Agustus. Sejak awal bulan Agustus, kondisi cuaca ekstrem ini telah berakibat fatal, dengan laporan dari Kantor Berita Saba yang berafiliasi dengan Houthi mengungkapkan peningkatan jumlah kematian dan cedera akibat bencana tersebut. Banjir parah telah merendam pintu masuk utara kota Al-Hudaydah, menghancurkan ratusan rumah, serta menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur yang ada, termasuk lahan pertanian dan jaringan jalan di wilayah tersebut. Banjir yang disebabkan oleh hujan musiman ini telah menelan nyawa puluhan orang dan berdampak pada lebih dari 250.000 pengungsi di seluruh Yaman sejak bulan Juli. Data ini dilaporkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menunjukkan bahwa bencana alam tersebut memperburuk keadaan yang sudah sulit di negara yang tengah dilanda konflik. Dalam konteks yang lebih luas, konflik berkepanjangan selama satu dekade antara Pemerintah Yaman dan kelompok Houthi yang didukung oleh Iran telah memberikan dampak serius terhadap kondisi infrastruktur dan fasilitas kesehatan di negara tersebut. Semua ini telah berkontribusi terhadap situasi kemanusiaan yang semakin memprihatinkan. ANTARA