BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Karimun**, PT Timah Tbk telah melakukan penyerahan sarana kesehatan untuk calon penumpang kapal di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam, yang terletak di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Langkah ini merupakan wujud dukungan perusahaan dalam upaya meningkatkan layanan di pelabuhan untuk masyarakat setempat. Kepala Humas PT Timah Tbk, Anggi Sihaan, menjelaskan bahwa bantuan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat yang mengalami sakit saat berada di pelabuhan. Dengan adanya alat bantu kesehatan yang diserahkan, diharapkan para penumpang yang membutuhkan perawatan dapat lebih mudah melakukan perjalanan. Dalam penyerahan tersebut, PT Timah memberikan dua unit kursi roda dan satu unit *stretcher* atau tandu ambulans kepada Badan Usaha Pelabuhan Karimun. Bantuan ini ditujukan khususnya untuk memfasilitasi mobilitas bagi mereka yang sedang sakit, sehingga proses keluar masuk Pelabuhan Sri Tanjung Gelam dapat dilakukan dengan lebih lancar. Anggi menambahkan, selama ini masyarakat yang sakit dari pulau-pulau di sekitar Kabupaten Karimun sering dirujuk ke RSUD Muhammad Sani. Dengan adanya kursi roda dan tandu ambulans, diharapkan evakuasi pasien menuju mobil ambulans menjadi lebih mudah dan cepat. Kepala Badan Usaha Pelabuhan Kabupaten Karimun, Yuwono, memberikan apresiasi kepada PT Timah atas bantuan yang telah diberikan. Ia mencatat bahwa pelabuhan tersebut menjadi tempat lalu lintas yang sangat ramai, terutama bagi masyarakat dari pulau-pulau sekitar Karimun yang memerlukan rujukan medis ke rumah sakit. Yuwono menegaskan, hadirnya fasilitas seperti kursi roda dan tandu ambulans akan sangat membantu kelancaran proses naik dan turun penumpang. Dia berharap agar ke depannya PT Timah dapat terus berkinerja baik dan memberikan kontribusi lebih bagi masyarakat. Salah satu warga Karimun, Rustam (65), menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PT Timah atas kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, adanya kursi roda dan tandu ambulans sangat bermanfaat, terutama saat warga yang sakit tidak mampu berjalan, baik ketika datang maupun pulang. Ia menambahkan bahwa fasilitas yang ada sebelumnya sudah tidak layak digunakan. ANTARA