BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur akan merehabilitasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit pada 2017. Tidak tanggung-tanggung pemerintah setempat menggelontorkan anggaran Rp160 miliar untuk perbaikan sarana pelayanan kesehatan itu.

“Desainnya sudah ada, dan insya Allah pada 2017 akan mulai dibangun dengan anggaran Rp150 miliar hingga Rp160 miliar,” kata Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi, Rabu (13/7/2016).

Pemerintah daerah mendesain RSUD dr Murjani Sampit dengan konsep semi hotel dengan berbagai fasilitas lengkap. Supian menginginkan rumah sakit itu menjadi yang terbesar di Kalimantan Tengah.

Pembangunan rumah sakit berlantai empat dengan fasilitas tangga lift itu dilakukan bertahap atau multiyear. Pembangunannya pun menggunakan APBD Kotawaringin Timur.

“Nanti lantai satu basmen, lantai dua ruang perawatan, lantai tiga dan empat untuk rawat inap. Untuk menuju lantai dua, tida dan empat akan menggunakan dua tangga lift. Dengan peningkatan bangunan dan penambah fasilitas serta memperbanyak dokter ahli nanti, kita harapkan rumah sakit ini sejajar dengan Rumah Sakit Ulin Banjarmasin dan menjadi rumah sakit standar nasional,” kata Supian Hadi.

Rehabilitasi total RSUD dr Murjani ini diharapkan akan mengurangi pasien rujukan ke luar daerah. Selama ini pasien di Kotim dan beberapa kabupaten tetangga banyak dirujuk ke Rumah sakit Ulin Bajarmasin. Ini karena sarana dan prasarana fasilitas dan tenaga dokter ahli masih kurang.

“Ini dalam rangka memberikan pelayanan lebih baik. Mengurangi pasien rujukan sehingga secara ekonomi akan membantu masyarakat.  Tinggal meningkatkan pelayanan,” ujarnya.

Rencana rehab total RSUD ini juga sudah pernah dibahas bersama dengan DPRD Kotim. Supian yakin rencana itu akan mendapat dukungan dari anggota DPRD karena niat merehab ini adalah untuk kepentingan masyarakat dan mempermudah pengobatan.

“Insya Allah teman-teman di DPRD akan mendukung karena ini untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Supian berangan-angan, rumah sakit ini memiliki suasana berbeda dengan dilengkapi fasilitas pendukung seperti kafe, mal dan lainnya.

Harapannya, suasana menyenangkan itu dapat mempercepat penyembuhan pasien. Suasana itu juga diharapkan memotivasi masyarakat untuk rajin memeriksakan kesehatan, tidak harus menunggu ketika sakit. (RAFIUDIN/m)