SAMARINDA –
**Borneonews - Samarinda**, Komunitas Puan Lestari telah mengadakan pelatihan kreasi kuliner berbasis bahan hayati untuk para ibu di Samarinda. Kegiatan bertajuk *Puan Olah Hayati* ini memanfaatkan sumber daya alam pangan yang khas dari Kalimantan Timur guna menciptakan masakan yang sehat bagi keluarga. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para peserta dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi hidangan yang tidak hanya lezat, tetapi juga ramah lingkungan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komunitas Puan Lestari, Hanna Pertiwi, saat yang bersangkutan berbincang di sela-sela kegiatan memasak di Oemah Keboen, Samarinda. Hanna menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya komunitas dalam mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pemberdayaan perempuan. "Kami ingin para ibu memiliki pilihan menu yang beragam dan sehat untuk keluarga mereka. Selain itu, dengan memasak sendiri di rumah, kita dapat mengurangi penggunaan plastik dan limbah rumah tangga," tuturnya. Kesadaran akan pentingnya kesehatan pangan juga menjadi sorotan dalam pelatihan ini. Dengan memasak sendiri, para ibu dapat memastikan bahwa makanan yang disajikan lebih sehat dan aman dikonsumsi. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kelompok masyarakat, termasuk Dasa Wisma, komunitas anak muda, dan komunitas lingkungan. "Kami mengajak warga sekitar untuk ikut serta melalui koordinasi dengan kelurahan dan RT setempat," kata Hanna. Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya belajar teknik memasak, tetapi juga diberikan bibit tanaman seperti pohon cabai dan tomat untuk ditanam di rumah. "Kami berharap ibu-ibu bisa menanam sendiri bahan pangan di rumah, sehingga lebih sehat dan hemat," tambahnya. Para peserta dilatih untuk mengolah berbagai resep masakan khas Kalimantan yang memanfaatkan bahan-bahan lokal. Di antara menu yang diajarkan adalah *gangan asam kepala baung*, *sambal goreng kecombrang*, *oseng-oseng telur biawan*, dan *pepés ikan baung*. Pelatih olahan pangan, Maulana Yudhistira, menyatakan, "Kami ingin memperkenalkan kembali masakan tradisional yang mungkin sudah jarang dimasak di rumah." Maulana menekankan bahwa memasak di rumah memiliki banyak manfaat, baik dari segi kesehatan maupun lingkungan. "Dengan memasak sendiri, kita dapat mengontrol kualitas dan kebersihan bahan makanan. Selain itu, kita juga bisa mengurangi sampah plastik dari kemasan makanan instan," ujarnya menjelaskan. Citia Agustina, pengelola Oemah Keboen yang turut terlibat dalam penyelenggaraan *Olah Puan Hayati*, menyambut baik kegiatan ini sebagai sebuah edukasi penting untuk mengolah pangan yang bergizi demi kesehatan keluarga. "Kita tahu saat ini sebagian besar makanan bersifat instan. Nah, kegiatan *Olah Puan Hayati* ini menjadi semangat bagi para ibu untuk menyajikan makanan bergizi dengan olahan khas daerah," ungkapnya. Ia berharap pelatihan semacam ini bisa diadakan secara rutin dan berkala. Selain itu, pihaknya juga mengajak para ibu untuk berkeliling kebun dan memetik buah serta sayur sebagai bahan tambahan untuk hidangan yang lebih sehat dan menyenangkan. ANTARA