**Borneonews - Washington**, Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, Jake Sullivan, telah menyelenggarakan pertemuan penting dengan para mitra dari Eropa, termasuk Ukraina, Inggris, Jerman, dan Prancis. Pertemuan ini bertujuan untuk mendiskusikan langkah-langkah strategis dalam memperkuat kemampuan angkatan bersenjata Ukraina, khususnya dalam menghadapi agresi dari Rusia.
Sullivan mengadakan pertemuan di Gedung Putih dengan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Penasehat Diplomatik Presiden Prancis Emmanuel Bonne, Penasehat Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Kanselir Jerman Jens Ploetner, Penasehat Keamanan Nasional Inggris Tim Barrow, serta Kepala Kantor Presiden Ukraina Andriy Yermak. Dalam pertemuan tersebut, mereka menegaskan dukungan penuh dan kuat bagi Ukraina untuk mempertahankan diri dari ancaman yang ada.
Salah satu fokus utama pembicaraan adalah upaya untuk memperkuat kekuatan militer Ukraina di medan perang. Para pihak membahas potensi pengiriman peralatan artileri, sistem pertahanan udara, serta kemampuan kritis lainnya yang diperlukan oleh Ukraina saat ini. Diskusi tersebut mencerminkan komitmen berkelanjutan dari negara-negara sekutu untuk membantu Ukraina dalam situasi yang menantang ini.
Lebih lanjut, pertemuan itu juga mencakup diskusi mengenai dukungan bagi upaya perdamaian yang telah diusulkan dalam KTT Perdamaian Ukraina yang berlangsung di Swiss. Ini menunjukkan bahwa selain memperkuat pertahanan, upaya diplomatik juga menjadi bagian integral dari strategi keseluruhan untuk mencapai resolusi damai dalam konflik yang berkepanjangan ini.
Sullivan dan para mitranya tidak hanya membahas pertahanan udara, tetapi juga berbicara tentang penguatan jaringan energi Ukraina. Mereka menyoroti pentingnya investasi dari negara-negara sekutu dalam industri pertahanan Ukraina, yang diharapkan dapat meningkatkan ketahanan negara tersebut.
Sebagai tambahan, Sullivan sempat mengadakan pertemuan bilateral dengan Yermak untuk membicarakan kerjasama keamanan lebih lanjut antara Ukraina dan Amerika Serikat.
Sementara itu, laporan dari media AS mengungkapkan bahwa pejabat Ukraina yang berada di Washington juga menargetkan untuk mendiskusikan kemungkinan pencabutan larangan dari pemerintah Biden terkait serangan terhadap target militer yang lebih dalam di wilayah Rusia, dengan memanfaatkan senjata yang disuplai oleh AS. Hal ini menunjukkan dinamika terus-menerus dalam hubungan dan kerjasama strategis antara Ukraina dan sekutu-sekutunya.
ANTARA
Dialog Strategis AS dan Mitra Eropa untuk Perkuat Ukraina
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong untuk Penanganan Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Bupati Kobar Bermalam di TNTP, Tinjau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Adyos/Yayang Sabet Perunggu para Tenis Meja Ganda Putra Kelas MD8
PLN Berencana Sewa PLTD 20 MW Selama Lima Tahun di Kapuas
Komentar (0)
Memuat komentar…







