BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor tak jadi melantik pejabat definitif untuk mengisi kekosongan pada akhir masa jabatannya. Sehingga, dirinya menunjuk pelaksana tugas agar layanan masyarakat tetap berjalan lancar.
"Memang awalnya ada rencana pelantikan secara menyeluruh persetujuan KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara) juga sudah keluar tetapi saya dengan Wabup sudah mendaftar Pilkada nanti dikira macam-macam," kata Halikinnor, Sabtu, 31 Agustus 2024.
Penunjukan pelaksana tugas tersebut dimaksud agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar meskipun tidak ada pejabat definitif. Ia berharap, ASN yang ditunjuk dapat bekerja sesuai ketentua yang ada dan membantu pemerintah daerah semaksimal mungkin.
"Yang kosong jangan sampai stagnan, jadi saya tunjuk Plt dulu sampai nanti berahir pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah," tandasnya.
Adapun Halikinnor menunjuk Sanggul Lumban Gaol menjadi Pelaksana harian Sekretaris Daerah. Kemudian 6 orang ditunjuk sebagai Pelaksana tugas yaitu Ati Maraahini menjadi Plt Disdamkarmat, Yulia Nofiany Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit, Dwi Kushemdro Plt Camat Seranau.
Lanjutnya Awung Ganda Laki menjadi Plt Camat Parenggean, Yayan Hendifriyanto menjadi Plt Kepalanya Bidang Pengelolaan Informasi dan Administrasi Disdukcapil, dan Rendra Repati Putra sebagai Plt Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Kesbangpol.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotim Kamaruddin Makkalepu mengatakan, untuk Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) telah ditunjuk lebih dulu untuk jabatan pelaksana tugas karena Kepala Dinas definitifnya, Zulhaidir, terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan gedung Expo Sampit.
"Sehingga Pemkab Kotim menunjuk sekretaris DKUKMPP Fahrujiansyah sebagai pelaksana tugas. Penunjukan tersebut dimaksud agar pelayanan petap berjalan lancar," terang Kamaruddin. (DEWI PATMALASARI/Y)









