**Borneonews - Jenewa**, Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (*World Health Organization*, WHO) menyatakan bahwa periode waktu yang telah ditetapkan untuk kampanye vaksinasi polio di wilayah Gaza dianggap "kemungkinan tidak cukup" untuk mencapai tingkat cakupan yang memadai.
Kampanye vaksinasi ini dikhususkan bagi anak-anak di bawah usia 10 tahun dan dijadwalkan akan berlangsung mulai Minggu, 1 September. Kegiatan vaksinasi ini akan dilaksanakan selama tiga hari dan mencakup berbagai zona, yaitu zona tengah, selatan, dan utara Gaza. Dalam proses distribusi vaksin, akan diterapkan jeda kemanusiaan untuk memberikan kesempatan yang lebih baik bagi pelaksanaan vaksinasi yang aman.
Menurut Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, kondisi keamanan yang tidak stabil, kerusakan infrastruktur, serta mobilitas penduduk yang tinggi menjadi alasan mengapa tiga hari tidak dianggap cukup untuk mencapai target cakupan vaksinasi yang diharapkan. Dalam konferensi pers, ia mengungkapkan, "Cakupan vaksinasi akan terus dipantau selama kampanye, dan jika dibutuhkan, vaksinasi akan diperpanjang satu hari di lokasi-lokasi tertentu."
Tedros juga menjelaskan bahwa tim vaksinasi perlu dilindungi dan diberikan izin untuk melakukan kampanye dengan aman. Ia mendesak semua pihak untuk menjamin perlindungan bagi para pekerja kesehatan serta fasilitas kesehatan yang ada, terutama yang berkaitan dengan anak-anak. Menurutnya, meskipun jeda kemanusiaan sangat penting, solusi akhir yang paling tepat untuk menjaga kesehatan anak-anak di Gaza adalah tercapainya gencatan senjata.
Rik Peeperkorn, perwakilan WHO untuk wilayah Palestina yang diduduki, menyampaikan dalam sebuah briefing di PBB sebelumnya bahwa kampanye vaksinasi ini akan menyediakan dua tetes vaksin oral polio baru tipe 2 (*nOPV2*) kepada lebih dari 640.000 anak di bawah usia 10 tahun. Peeperkorn melanjutkan bahwa jumlah dosis yang dikirim ke Gaza mencapai 1,26 juta dosis, dilengkapi dengan 500 tempat penyimpanan vaksin, dan tambahan 400.000 dosis vaksin lainnya segera akan tiba.
Ia juga menginformasikan bahwa lebih dari 2.180 tenaga kesehatan serta pekerja penyuluh masyarakat telah dilatih untuk melaksanakan vaksinasi dan menyebarluaskan informasi mengenai kampanye tersebut. Penting untuk dicatat bahwa pencapaian cakupan vaksinasi minimal 90 persen dalam tiap putaran kampanye adalah syarat diperlukan untuk menghentikan merebaknya wabah polio dan mencegah penyebarannya ke tingkat internasional.
ANTARA
WHO Peringatkan Kampanye Vaksinasi Polio Gaza Mungkin Tidak Cukup
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Mendagri Prancis: Ribuan Orang Ditahan saat Demonstrasi Lanjutan
Dua Tunggal Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters
Menperin Yakin Produk UMKM Ramah Lingkungan RI Tembus Pasar Global
Yusril: Kebijakan Publik Harus Berorientasi Kepentingan Masyarakat
Raharjati Nursamsa Raih Perak World Climbing Series di Chile
ISPU Kapuas Melonjak dari 1.657 ke 2.406 dalam Sejam, Udara Berstatus Berbahaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







