**Borneonews - Rangkasbitung**, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Rangkasbitung, yang terletak di Kabupaten Lebak, berhasil mencetak sejumlah siswa unggul dan berprestasi di berbagai bidang, termasuk akademik, olahraga, *paskibraka*, dan seni.
Kepala MAN 1 Rangkasbitung, Dudi Rafiudin, menyatakan pada Sabtu bahwa sekolah ini berhasil meraih juara ketiga dalam ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Madrasah Aliyah (MA) di enam bidang mata pelajaran di tingkat Provinsi Banten. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa sekolah ini aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama, yang berujung pada perolehan banyak piala, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Saat ini, pihak sekolah menargetkan agar para siswa bisa mencapai prestasi yang lebih tinggi, termasuk tampil di lomba KSM di tingkat nasional. Untuk itu, mereka menerapkan sistem pendidikan yang ketat. Kegiatan belajar mengajar dimulai dari pukul 07.30 WIB hingga 14.30 WIB.
Metode pendidikan di MAN 1 Rangkasbitung menggabungkan kurikulum yang mencakup pembentukan karakter iman dan takwa (*imtak*) serta pengetahuan dan teknologi (*imtek*). Dengan cara ini, diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan beretika.
Madrasah Aliyah, yang merupakan setara dengan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan berada di bawah naungan Kementerian Agama, semakin diminati oleh masyarakat terlihat dari tingginya minat pada pendaftaran siswa baru (PPD). Untuk tahun ajaran 2024-2025 ini, PPD dibatasi dengan pelaksanaan ujian seleksi guna menilai bakat dan potensi calon siswa.
Penerimaan siswa baru dibatasi pada 235 siswa berdasarkan hasil seleksi, untuk memastikan bahwa mereka yang diterima benar-benar memiliki keunggulan. Dudi juga mengungkapkan bahwa sebanyak 39 tenaga kependidikan di MAN 1 Rangkasbitung sebagian besar telah meraih gelar pascasarjana (S-2) dan memiliki sertifikasi sebagai guru.
Dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan karier guru, semua pengajar diharuskan mengikuti Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang (UKKJ). Guru yang belum memenuhi kualifikasi Jabatan Fungsional (JF) perlu mengikuti UKKJ sebelum mengajukan kenaikan jabatan.
Dudi menekankan bahwa kualitas mutu tenaga kependidikan merupakan kunci untuk menciptakan sekolah madrasah unggul dan berprestasi. Melalui inovasi yang dilakukan, diharapkan para siswa dapat bersaing dalam berbagai bidang akademik, *paskibraka*, seni, serta olahraga.
Saat ini, MAN 1 Rangkasbitung memiliki tiga jurusan, yaitu IPA, IPS, dan Bahasa, dengan total sekitar 650 siswa. Siswa pada jurusan Bahasa memiliki kesempatan untuk mempelajari empat bahasa asing, yaitu Jepang, Arab, Inggris, dan Jerman.
Selain itu, fasilitas yang mendukung proses belajar mengajar juga tersedia, seperti ruang komputasi, laboratorium, dan perpustakaan. Sekolah ini telah memperoleh akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) pada tahun 2021.
Dudi menegaskan komitmen mereka untuk menjadi sekolah unggul dan berprestasi dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045. Sementara itu, Kepala Urusan Tata Usaha MAN 1 Rangkasbitung, Ahmad Buhori, memberikan informasi bahwa semua siswa di sekolah ini mendapatkan akses gratis melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang disediakan oleh pemerintah.
Siswa di sini menerima dana BOS sebesar Rp1 juta per orang, yang sangat membantu dalam memastikan pendidikan untuk anak-anak yang berpotensi putus sekolah. "Semua siswa di sini gratis hingga lulus berkat adanya dana BOS tersebut," ujarnya.
ANTARA
MAN 1 Rangkasbitung Raih Berbagai Prestasi Siswa Unggul
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Komentar (0)
Memuat komentar…







