BORNEONEWS, Sampit - Meski saat ini sudah sepekan usai lebaran dan tahun ajaran baru sudah di depan mata, namun minat warga Kabupaten Kotawaringin timur (Kotim) untuk menggadaikan barangnya dii pegadaian masih sepi.

Pimpinan Cabang Pegadaian Sampit Martono mengatakan, saat ini masih jarang masyarakat menggunakan jasa Pengadaian us. Ini karena saat ini masih suasana lebaran dan para siswa masih dalam masa liburan.

“Belum ada kenaikan signifikan, dan hanya sekitar 10% saja dari biasanya,” ujar Matono, saat ditemui Borneonews di Kantor Cabang Pengadaian, Jl A Yani, Rabu (13/7/2016).

Martono mempredisksi peningkatan akan terjadi sekitar sepekan ke depan. Ini karena masyarakat yang sedang mudik keluar daerah sudah berdatangan. Mereka yang hendak memasukkan anak sekloah atau untuk membeli kebutuhan lainnya akan datang ke Pegadaian untuk menggadaikan barangnya.

Saat ini jumlah jaminan yang berada di Pegadaian ada 2.900 potong, dengan uang kredit yang berada di tangan nasabah Rp17,5 milar. Jumlah ini menurun bila dibanding dua pekan lalu, karena nasabah sudah banyak yang menebus barangnya, agar dapat digunakan saat lebaran.

“Hanya 2.900 potong jaminan saja yang ada di kantor kami saat ini. Itu kemungkinan besar akan meningkat sekitar satu pekan lagi,” ungkap Martono.

Sementara untuk target kredit yang disalurkan ke masayarakat pada 2016 ini adalah Rp21 milar. Ini terbilang cukup tinggi dibandingkan pada 2015 yang hanya Rp15 milar. (M HAMIM/m)