MANADO –
**Borneonews - Manado**, Kementerian Agama (Kemenag) sedang berupaya untuk meningkatkan kompetensi para guru agama Katolik di Manado, yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara. Langkah ini dilakukan melalui serangkaian pembinaan serta penguatan literasi dan numerasi. Dalam rangkaian program ini, pertemuan rutin bagi guru-guru Katolik menjadi salah satu agenda penting yang dilaksanakan setiap bulannya. Pertemuan ini dilakukan secara bergilir di berbagai sekolah yang berada di bawah binaan Kemenag, dengan tujuan utama untuk memperkuat kolaborasi sekaligus meningkatkan kompetensi yang dimiliki oleh para guru. Salvatore Ponomban, sebagai Penyelenggara Bimas Katolik Kemenag Manado, menekankan pentingnya kegiatan ini dalam mendukung profesionalisme pengajaran. Kegiatan dimulai dengan ibadah yang dipimpin oleh Lidya Mantolas, seorang Guru Agama Katolik serta Guru Penggerak di SDN 30 Manado. Dalam kesempatan tersebut, Lidya memberikan renungan tentang sikap Ahli Taurat dan Orang Farisi yang dinilai penuh kemunafikan. Ia menekankan perlunya keikhlasan dalam berbuat baik, tanpa mengharapkan pengakuan atau pujian dari orang lain, melainkan sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan untuk memuliakan nama-Nya. Salvatore Ponomban juga menekankan kembali pentingnya tugas dan tanggung jawab utama yang diemban oleh guru dan pengawas Pendidikan Agama Katolik. Ia mendorong mereka untuk terus meningkatkan kompetensi serta kualitas pengajaran menjelang tahun pelajaran 2024/2025 yang akan datang. Pada kesempatan yang sama, dua anggota Tim Pengawas, Meike Memah dan Jein Timporok, menyampaikan materi mengenai Penguatan Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti. Materi ini bertujuan untuk membantu guru dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam mengajarkan literasi dan numerasi kepada siswa dengan cara yang lebih efektif. Joseph Rarun, selaku Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG), bersama timnya, juga berfokus pada penyelesaian administrasi pembelajaran. Mereka berupaya untuk mengaktifkan kembali dana solidaritas sebagai bentuk kepedulian terhadap rekan-rekan guru yang mengalami musibah. Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan motivasi dan kinerja para guru dapat meningkat secara signifikan. Dengan demikian, mereka diharapkan untuk senantiasa berinovasi dan bersikap kreatif dalam proses pembelajaran, sesuai dengan amanat Kurikulum Nasional yang saat ini berlaku. Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti juga telah menyelenggarakan pertemuan dan pembinaan di SD Katolik 06 St. Cornelius Manado, sebagai bagian dari inisiatif ini. ANTARA