MANADO –
**Borneonews - Manado**, Kementerian Agama (Kemenag) telah memastikan bahwa bantuan pendidikan yang ditujukan untuk agama Buddha di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, berjalan dengan baik. Kepala Kemenag Manado, Rogaya Udin, menjelaskan bahwa upaya monitoring dan evaluasi telah dilakukan terhadap bantuan operasional serta sarana prasarana yang diberikan kepada Lembaga Pendidikan Agama dan Keagamaan Buddha. Kegiatan ini berlangsung di sejumlah vihara dan tempat ibadah Tridharma di wilayah Manado. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk menjamin bahwa bantuan yang disediakan dapat dimanfaatkan secara efisien. Hal ini diharapkan dapat mendukung pendidikan serta kegiatan keagamaan di lokasi-lokasi strategis yang telah ditentukan. Salah satu tempat yang menjadi perhatian khusus dalam evaluasi adalah Mahavihara Santisukha Samaggi. Di Mahavihara Santisukha Samaggi, tim penyelenggara Hindu dan Buddha melakukan pemeriksaan langsung terhadap penggunaan bantuan operasional untuk Sekolah Minggu Buddha. Bantuan ini bertujuan untuk mendukung keberlangsungan pendidikan keagamaan bagi anak-anak serta remaja Buddha di wilayah tersebut. Hasil dari monitoring menunjukkan bahwa bantuan yang disalurkan telah digunakan dengan baik dan sesuai dengan rencana yang sebelumnya ditetapkan. Selain itu, tim juga melakukan evaluasi di Sekolah Minggu Buddha (SMB) Tiong Tan Lie Goan Swee, yang baru-baru ini menerima bantuan sarana dan prasarana. Pada evaluasi di SMB Tiong Tan Lie Goan Swee, penyelenggara Hindu dan Buddha memastikan bahwa fasilitas yang diberikan telah digunakan dengan baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta pengalaman keagamaan bagi para peserta didik yang terlibat. Dalam keseluruhan proses monitoring dan evaluasi ini, terdapat perkembangan positif yang terlihat dalam sarana yang mendukung proses belajar mengajar di sekolah-sekolah tersebut. Kemenag Manado melihat kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk memastikan bahwa bantuan yang disalurkan dapat memberikan dampak signifikan dalam mendukung pendidikan agama Buddha. Melalui monitoring ini, pihak kementerian juga berkesempatan mendengarkan langsung kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan keagamaan, yang pada gilirannya akan menjadi dasar untuk perbaikan dan pengembangan program bantuan di waktu yang akan datang. ANTARA