**Borneonews - Banyuwangi**, Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) dari Universitas Indonesia (UI) telah memberikan pelatihan keterampilan *compassion* kepada para guru di SMPN 4 Muncar Satu Atap, yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Riset Kesehatan Mental Komunitas (RoCMHI) dan bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru dalam menangani perundungan di lingkungan sekolah.
Ketua Tim Pengmas, Fauzan Abdullah, menyampaikan pentingnya pelatihan ini dengan harapan bahwa para pendidik mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif. *Compassion* sendiri merujuk pada perasaan empatik yang muncul saat seseorang melihat orang lain mengalami penderitaan, yang kemudian mendorong mereka untuk memberikan bantuan.
Dengan mengembangkan sikap *compassionate*, para guru diharapkan dapat mempromosikan nilai tersebut di sekolah. Hal ini berpotensi mengurangi angka perundungan dan menciptakan suasana pendidikan yang lebih inklusif dan ramah bagi anak-anak. Fauzan menekankan bahwa optimalisasi penerapan nilai ini akan lebih berhasil jika seluruh elemen dalam komunitas sekolah, mulai dari siswa, staf pengajaran, sampai masyarakat sekitar, turut berkontribusi.
Pelatihan ini menekankan konsep sistem *compassionate* dalam pendidikan. Seluruh elemen sekolah, baik siswa maupun orang tua, perlu saling bekerja sama untuk membangun komunikasi yang positif demi menciptakan lingkungan bebas dari segala bentuk kekerasan. Fauzan berharap dengan adanya pelatihan ini, para guru dapat lebih menyadari pentingnya membangun *compassion* dalam upaya mencegah dan mengatasi kasus perundungan di SMPN 4 Muncar.
Sebanyak 15 guru dari SMPN 4 Muncar Satu Atap berpartisipasi dalam sesi pelatihan ini. Aktivitas yang dilakukan selama pelatihan mencakup refleksi pengalaman mengajar, penyampaian materi terkait *compassion*, serta metode interaktif yang melibatkan permainan untuk menerapkan konsep tersebut. Para guru juga diminta untuk menyusun rencana tindak lanjut yang mencakup langkah-langkah konkret untuk menerapkan sikap *compassionate* dalam kegiatan pembelajaran mereka.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang pelatihan berlangsung. Mereka merasa terinspirasi dan bersemangat untuk meningkatkan kualitas lingkungan belajar bagi siswa-siswi mereka. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan, bahwa terkadang mereka merasa kebingungan dalam menangani kasus perundungan dan masalah perilaku lainnya di sekolah.
Seorang guru Matematika di SMPN 4 Muncar, Oktafa, mengekspresikan rasa syukur dan mengakui keberhasilan pelatihan selama dua hari yang diadakan pada tanggal 23 dan 24 Agustus. Ia merasa semakin percaya diri dalam mengatasi masalah perilaku siswa setelah mendapatkan pengetahuan baru dari pelatihan.
Di sisi lain, Imam Najeh, Kepala Sekolah SMPN 4 Muncar Satu Atap, juga menyatakan kebahagiaannya atas berlangsungnya pelatihan tersebut. Dia menyampaikan rasa senangnya dapat bekerja sama kembali dengan rekan-rekan dari Fakultas Psikologi UI, terutama karena kegiatan ini merupakan kelanjutan dari penelitian yang dilakukan tahun lalu.
Tim Pengmas UI yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari beberapa nama antara lain Siti Wikan Widya Dhana, Eileen Truda, Ganisa Kayla Aghna Fitri, Muhammad Faris Fathi Farhat, Laraszahra Kemalasari Erlambang, Danishara Raputri Priyono, Jovinka Maulina Raharjo, dan Marwa Aliifah Muthmainnah. Pengawas lapangan berasal dari dosen psikologi, Sherly Saragih Turnip, Ph.D.
ANTARA
Pelatihan Keterampilan Welas Asih untuk Guru Cegah Perundungan
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
Komentar (0)
Memuat komentar…







