**Borneonews - Ternate**, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Baabullah Ternate, yang terletak di Maluku Utara, telah mengeluarkan peringatan dini tentang status siaga bencana di empat lokasi di Kota Ternate. Peringatan ini ditujukan kepada warga, mengingat empat titik tersebut berpotensi mengalami banjir.
Muhammad Fauzi Bintiang, Petugas Prakirawan BMKG, menyampaikan kepada masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah Kota Ternate, untuk siaga dan menjauhi area yang berada di sepanjang bantaran sungai. Selain itu, warga juga diingatkan untuk menghindari aktivitas di sekitar kawasan yang rawan longsor di keempat titik tersebut.
Menurut pantauan terkini BMKG, terjadi awan konvektif yang signifikan di wilayah Kota Ternate. Hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang tercatat sejak pukul 10.00 WIT di beberapa titik, termasuk Pulau Ternate, Kota Ternate Selatan, Kota Ternate Utara, dan Kota Ternate Tengah. Awan tersebut tampak bergerak menuju arah barat dengan kecepatan sekitar 20 km per jam, diperkirakan akan berlangsung selama beberapa jam ke depan.
Menanggapi situasi ini, Fauzi mengimbau kepada pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melaksanakan upaya mitigasi guna mengurangi risiko bencana di lokasi-lokasi yang berpotensi terdampak. Salah satu langkah penting adalah menyebarluaskan peringatan dini kepada masyarakat, dan disarankan bagi warga untuk sementara waktu menghindari akses ke kawasan yang rawan bencana.
Diharapkan pula agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar daerah rawan longsor, serta senantiasa mengikuti perkembangan cuaca yang diinformasikan oleh BMKG. Penting juga untuk mematuhi arahan dari pemerintah setempat.
Seperti diketahui, hujan lebat sebelumnya telah menyebabkan banjir bandang di Kelurahan Rua, yang menewaskan 18 orang dan satu individu dinyatakan hilang. Selain itu, beberapa akses jalan tertutup akibat longsor, yang mengakibatkan kerusakan pada 25 rumah warga dan satu musholla yang terkena dampak parah.
Di sisi lain, tim SAR gabungan juga melanjutkan pencarian terhadap satu korban yang masih hilang akibat banjir bandang di Kelurahan Rua. Pada hari ketujuh pencarian, tim dibagi menjadi dua kelompok, yang masing-masing fokus di lokasi yang telah dipetakan. Sebuah alat berat juga dikerahkan untuk membantu pencarian.
Fathur Rahman, Kepala Basarnas Ternate, menjelaskan bahwa pencarian sebelumnya dilakukan dalam dua kelompok. Kelompok pertama berkonsentrasi di satu lokasi yang telah ditargetkan, tempat di mana sudah ditemukan dua orang korban. Korban yang masih hilang adalah seorang anggota keluarga yang saat kejadian terperangkap di dalam rumah, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri dari terjangan material lumpur.
Fathur juga menyebutkan bahwa salah satu kendala utama dalam pencarian adalah cuaca yang kurang bersahabat. Di puncak Gunung Gamalama terlihat tertutup awan, dan dalam dua hari terakhir hujan sedang kembali terjadi.
ANTARA
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Siaga Bencana di Ternate
Bagikan:

AMBON –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







