BORNEONEWS, Sampit - Rencana pembukaan jalan baru oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dari Desa Cempaka Mulia Timur Kecamatan Cempaga tembus hingga Pagatan, Kabupaten Katingan terkendala status kawasan.

“Jalan Cempaka Mulia Timur hingga Pagatan Kabupaten Katingan sudah diprogramkan. Tapi sekarang kami mengurus di kehutanan dulu karena jalan itu ada tanah yang masuk kawasan HP (hutan produksi),” kata Bupati Kotim, Supian Hadi, Rabu (13/7/2016).

Pemerintah daerah memprogramkan pembukaan jalan penghubung dua kecamatan yang selama ini masih terisolasi jalur darat itu dengan program multiyear. Pengerjaannya direncanakan dimulai pada 2017.

“Kami sudah membuat perencanaan pembangunan jalan dari Desa Cempaka Mulia di Kecamatan Cempaga melintasi Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut hingga ke batas Pegatan Kabupaten Katingan. Jalan ini untuk membuka keterisolasian dua kecamatan tersebut,” kata Supian.

Dia mengatakan, Kecamatan Seranau dan Hanaut belum terhubung jalur darat. Padahal lokasinya hanya terpisahkan Sungai Mentaya dari pusat Kota Sampit.

Keterisolasian ini membuat pembangunan di dua kecamatan ini sedikit lamban karena distribusi barang melalui jalur sungai menyebabkan harga barang jauh lebih tinggi dibanding daerah lain. Keterisolasian juga membuat aktivitas ekonomi masyarakat menjadi terbatas, khususnya untuk mengangkut hasil pertanian.

Pada akhir masa jabatan periode pertama pada Oktober 2015, Supian Hadi meresmikan Jembatan Cempaga. Di periode kedua ini, pemerintahan Supian Hadi dan Taufiq Mukri bertekad membuka keterisolasian Seranau dan Pulau Hanaut dengan membangun jalan dari Jembatan Cempaga di Desa Cempaka Mulia hingga menuju dua kecamatan tersebut.

Pembangunan jalan baru ini diperkirakan akan menghabiskan dana cukup besar mencapai Rp650 miliar. Pendanaannya akan dialokasikan dengan tahun jamak atau multiyears selama tiga tahun anggaran, sehingga diharapkan bisa direalisasikan hingga tuntas.

Selain membangun jalan tersebut, pemerintah daerah juga berupaya memperjuangkan pembangunan Jembatan Mentaya yang menghubungkan Kecamatan Seranau dengan pusat Kota Sampit. Butuh dana sekitar Rp1 triliun untuk membangun jembatan sepanjang 950 meter tersebut.

Supian optimistis pembangunan jembatan ini bisa terwujud dan tuntas sebelum masa jabatannya berakhir. Apalagi, Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum untuk segera mengkaji dan membantu pembangunan jembatan tersebut. (RAFIUDIN/m)