SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Masyarakat menyambut gembira rekonstruksi Jalan HM Arsyad Sampit, sehingga ruas jalan tersebut tak lagi berbeda level atau atau ketinggian antara sisi timur dan barat.

"Alhamdulillah, kami sangat senang dengan pembangunan Jalan yang sedang berjalan ini. Karena perbedaan ketinggian itu membuat sering terjadi insiden," kata Dini Radhita salah satu warga Sampit, Sabtu, 31 Agustus 2024.

Rekonstruksi Jalan HM Arsyad Sampit mulai dikerjakan pada Jumat, 16 Agustus 2024. Pengerjaan jalan menggunakan metode daur ulang atau Cement Treated Recycling Base (CTRB) tersebut sudah mulai menampakkan perubahan signifikan. Jalan yang semuala berbeda level ketinggian tersebut sudah hampir rata.

"Beberapa waktu lalu karena tingginya sangat berbeda seorang penjual batagor jatuh saat menyeberang," ujarnya. 

Aktivitas terakhir yang nampak pada proyek pengerjaan jalan tersebut beberapa waktu lalu sejumlah pekerja menuangkan pasir dan semen. Kini jalan nampak telah rata dari simpang empat Pelita hingga Bundaran KB. Meski demikian, jalan belum dapat dilalui karena pengerjaan belum selesai.

"Semoga pengerjaannya segera selesai, karena selama pengerjaan pengendara dari 2 arus terpaksa berbagi di sisi barat jalan," tandasnya.

Adapun berdasarkan papan proyek yang tertera di dekat Bundaran KB rekonstruksi jalan tersebut menelan anggaran Rp12.194.000.000 dari Dana Bagi Hasil (DBH) 2023. Proyek dengan nomor kontrak 600.2.10.2/77/KTK/DSDABMBKPRKP-BM/VIl/2024 TANGGAL: 07 Agustus 2024 tersebut dilaksanakan oleh CV Sakakajang Bintang Utama dan Konsultan CV Berlian Kalimantan Engineering. Rekonstruksi jalan tersebut tertulis tanggal selesai 24 Desember 2024. (DEWI PATMALASARI/H)