BANJARMASIN –
**Borneonews - Tapin**, Pemerintah Kabupaten Tapin di Kalimantan Selatan tengah melakukan pembahasan penting dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, atau yang lebih dikenal sebagai Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (*Bappenas*). Diskusi ini berfokus pada rencana pembangunan kawasan perdesaan, khususnya di sektor pertanian tanaman pangan. Penjabat Bupati Tapin, M. Syarifuddin, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan audiensi di Jakarta dengan Bappenas. Ia menekankan bahwa pembangunan desa yang direncanakan ini diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan wilayah yang lebih luas, sekaligus membuka akses ekonomi bagi masyarakat. Syarifuddin menggarisbawahi pentingnya dorongan yang lebih optimal dalam pengembangan kawasan perdesaan agar dapat mempercepat akselerasi pembangunan di daerah. Menurutnya, pembangunan ini merupakan sebuah pendekatan strategis yang dapat membantu dalam mengenali serta menangani potensi dan permasalahan yang dihadapi oleh desa secara menyeluruh. Ia juga menjelaskan bahwa kawasan perdesaan merupakan wilayah yang berada di luar kota besar, dengan kegiatan utama yang berfokus pada sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya alam. Wilayah-wilayah ini juga berfungsi sebagai tempat tinggal dan pusat pelayanan jasa pemerintahan, sosial, serta ekonomi. Lebih jauh, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (*Bappelitbang*) Kabupaten Tapin, Meidy Haris Prayoga, menyatakan bahwa pengembangan kawasan perdesaan ini akan mendorong pergerakan potensi lokal dan meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya yang ada. Meidy menyebutkan bahwa destinasi pengembangan kawasan perdesaan di Kabupaten Tapin mencakup dua kecamatan, yaitu Kecamatan Bungur dan Kecamatan Tapin Tengah. Kecamatan Bungur terdiri dari empat desa: Desa Banua Padang, Banua Padang Hilir, Purut, dan Bungur Baru, dengan total luas mencapai 371,49 hektare. Sementara itu, Kecamatan Tapin Tengah meliputi 12 desa, yaitu Desa Tirik, Labung, Batang Lantik, Serawi, Kepayang, Hiyung, Mandurian, Mandurian Hilir, Pandahan, Pematang Karangan, Pematang Karangan Hilir, dan Pematang Karangan Hulu, yang semuanya berkontribusi pada rencana pembangunan kawasan perdesaan ini. ANTARA