BATAM –
**Borneonews - Batam**, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Batam menegaskan pentingnya transparansi dalam proses kesehatan calon peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Hal ini diungkapkan agar pelaksanaan tes kesehatan dapat dilakukan secara adil dan terbuka. Ketua Bawaslu Kota Batam, Antonius Gaho, menyatakan bahwa lembaganya telah melakukan koordinasi secara menyeluruh dengan pihak Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) untuk memastikan bahwa semua elemen dalam tim medis mematuhi prosedur yang ditetapkan. "Sebagai bagian dari persiapan pengawasan, kami telah memeriksa semua komponen tim medis agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tuturnya. Pentingnya pemeriksaan latar belakang dari dokter dan anggota tim medis ditekankan oleh Antonius. Langkah ini diambil untuk menjaga integritas dan transparansi selama tes kesehatan berlangsung. "Kami melakukan verifikasi untuk mengidentifikasi apakah ada dokter yang terhubung dengan pasangan calon atau tergabung dalam Tim Sukses (timses), serta untuk mencari tahu apakah mereka memiliki keterlibatan dalam politik," jelasnya. Antonius juga mengungkapkan bahwa pihak Bawaslu telah menerima dan memverifikasi data dari RSBP sebelum tes kesehatan dilakukan. "Kami telah mendapatkan datanya dan melalui proses verifikasi. Dengan demikian, kami bisa memastikan bahwa informasi yang ada adalah akurat," kata Antonius. Selanjutnya, Bawaslu mengawasi setiap tahap dalam proses ini, termasuk survei rumah sakit dan peninjauan tim medis yang berperan penting dalam tes kesehatan. "Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam juga berkolaborasi dengan rumah sakit. Tugas kami adalah memastikan bahwa semua pihak terkait beroperasi dalam kerangka transparansi yang tinggi," tuturnya. Ketua Bawaslu Kota Batam menekankan komitmennya untuk menjaga integritas dan keterbukaan dalam tes kesehatan calon peserta Pilkada. "Kami akan terus memastikan bahwa transparansi dari semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan tes kesehatan ini tetap terjaga," pungkas Antonius. ANTARA