PALANGKARAYA –
**Borneonews - Palangka Raya**, Museum Balanga yang terletak di Kalimantan Tengah ikut berpartisipasi dalam Pameran Kain Tradisional Nusantara. Pameran ini diadakan di Museum Sang Nila Utama di Pekanbaru, Riau, dan menampilkan sebanyak 18 koleksi yang merancang keunikan kain tradisional. Kepala UPT Museum Balanga, Hartini Titin, menjelaskan bahwa ajang pameran ini merupakan wadah yang tepat untuk mempromosikan kearifan lokal serta menyoroti kain tradisional khas Kalimantan Tengah. Dalam koleksi yang ditampilkan, terdapat busana tradisional laki-laki yang terbuat dari kulit kayu *nyamu*, serta sepasang pakaian pengantin pria dan wanita Dayak Ngaju yang terbuat dari bahan *velvet* lengkap dengan aksesoris seperti sumping dan lawung. Selain itu, terdapat pula selendang kontemporer yang memiliki motif *Batang Garing*, ditambah dengan baju batik dan rok batik yang merupakan hibah dari Gubernur Kalimantan Tengah yang keenam, Soeparmanto, dan istrinya. Baju-baju tersebut digunakan dalam upacara pernikahan yang mengangkat adat Dayak Ngaju. Pameran ini menampilkan beragam koleksi kain dengan motif yang kaya dan sarat akan makna simbolis dari budaya Dayak, yang diambil dari unsur flora dan aspek kehidupan. Menurut Hartini Titin, proses pengolahan kain serta motif yang ditampilkan memberikan keunikan tersendiri bagi kain tradisional ini. Lebih lanjut, Hartini menyatakan bahwa pameran ini bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa kekayaan budaya yang dimiliki sangat beragam dan mengandung nilai-nilai luhur. Dia berharap pameran ini dapat membuat kain tradisional khas Kalimantan Tengah lebih dikenal dan diminati oleh masyarakat umum. Kain tradisional tidak hanya dipandang sebagai benda budaya, tetapi juga diakui sebagai produk seni yang memiliki nilai tinggi. Dalam Pameran Kain Tradisional Nusantara 2024, para pengunjung tidak hanya dapat melihat berbagai jenis kain tradisional, tetapi juga berkesempatan untuk menyaksikan langsung proses pembuatan Kain *Songket* Riau yang ditenun secara langsung. Selain itu, terdapat juga agenda kunjungan ke beberapa situs sejarah yang ada di Riau. Kegiatan pameran berlangsung selama 20 hari, dimulai dari tanggal 28 Agustus hingga 16 September 2024, yang diikuti oleh 33 museum provinsi dari seluruh Indonesia dengan total koleksi mencapai 250 item. Pameran ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang kekayaan kain tradisional di Tanah Air. ANTARA