PALANGKARAYA –
**Borneonews - Palangka Raya**, Pemerintah Kota Palangka Raya, yang terletak di Kalimantan Tengah, tengah melaksanakan program yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas tempat tinggal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dalam program itu, sebanyak 20 unit rumah akan direnovasi melalui inisiatif peningkatan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada tahun 2024, program ini direncanakan akan menyelesaikan renovasi 20 rumah yang tersebar di berbagai lokasi dalam kota, sebagaimana disampaikan oleh Penjabat Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu, dalam sebuah pernyataan yang dibuat pada hari Sabtu. Dia menggarisbawahi pentingnya program yang menjadi bagian dari kegiatan rutin tahunan pemerintah kota ini, yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hera memaparkan bahwa program ini dirancang khusus untuk membantu masyarakat yang tinggal di rumah yang memerlukan renovasi. Perbaikan yang akan dilakukan meliputi komponen vital dari rumah seperti atap, lantai, dan dinding. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa setiap rumah memenuhi standar keamanan dan kesehatan yang ditetapkan. Lebih lanjut, Hera menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap kondisi tempat tinggal warganya. Ia berharap agar semua warga memiliki akses terhadap hunian yang layak, aman, dan sehat. Selain itu, program ini diharapkan dapat mengurangi jumlah RTLH di Palangka Raya, sehingga masyarakat dapat menikmati kehidupan yang lebih baik. Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial pemerintah kota dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu. Dengan adanya program renovasi ini, diharapkan dapat membawa perbaikan dalam kualitas hidup masyarakat serta menciptakan lingkungan yang lebih baik dan lebih sehat untuk ditinggali. Hera juga mengidentifikasi beberapa faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka RTLH di area tersebut, di antaranya kondisi ekonomi yang kurang baik, yang berujung pada peningkatan angka kemiskinan dan pengangguran. Situasi ini memaksa banyak warga untuk tinggal di hunian yang tidak memenuhi standar keselamatan dan kesehatan. Ia menekankan bahwa permasalahan terkait RTLH tidak dapat diselesaikan melalui satu solusi saja. Diperlukan pendekatan menyeluruh yang melibatkan berbagai pihak dan tentunya dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Ini adalah upaya yang memerlukan kerja sama dan komitmen dari semua pihak untuk mencapai hasil yang diinginkan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. ANTARA