SAMARINDA –
**Borneonews - Tenggarong**, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) di Kalimantan Timur, telah menjalin kerjasama yang erat dengan Kepolisian Resor setempat untuk mengembangkan sektor pertanian. Sinergi ini ditujukan terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada daerah lain. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, mengungkapkan bahwa pihak pemerintah sudah sepakat untuk berkolaborasi dengan kepolisian dalam memperkuat upaya pengembangan pertanian. Fokus dari kerjasama ini adalah dari pertanian berskala subsisten, yang berorientasi pada swasembada, hingga penerapan teknologi pertanian yang lebih modern. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Berjenjang yang melibatkan tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Kegiatan ini berlangsung di Balikpapan pada Kamis, 29 Agustus, dan dipimpin oleh Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, serta Kepala Polisi Daerah setempat, Inspektur Jendral Polisi Nanang Avianto. Proses penandatanganan tersebut dilakukan oleh Wakapolres Kukar, Kompol M Aldi H, dan dihadiri oleh beberapa pejabat penting lainnya, termasuk Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kukar, Muhammad Taufik, serta Kepala Bagian Kerja Sama Setkab Kukar, Ismi Nurul Huda, di hadapan para organisasi perangkat daerah yang turut menyaksikan. Inisiatif ini merupakan bagian dari usaha untuk memajukan kapasitas dan kualitas sumber daya pangan di kawasan Kalimantan Timur, termasuk di wilayah Kutai Kartanegara. Acara ini mengusung tema "Sinergisitas Tugas dan Fungsi Pembangunan Pertanian Provinsi dan Kabupaten/kota Se-Kalimantan Timur" dan dibuka oleh Pj Gubernur Kaltim. Akhmad Taufik menyatakan bahwa kerjasama tersebut bertujuan untuk menciptakan ketahanan pangan melalui program sinergi yang melibatkan berbagai tugas dan fungsi dalam pembangunan pertanian di setiap provinsi dan kabupaten/kota. Ia juga menekankan bahwa Pemkab Kukar, bersama kepolisian dan dinas terkait, siap mendukung pelaksanaan program ini demi tercapainya ketahanan pangan yang diharapkan. Kerjasama ini dianggap sangat penting, mengingat untuk mewujudkan ketahanan pangan yang efektif, diperlukan keterlibatan berbagai pihak. Ini meliputi pemerintah, instansi terkait, kepolisian, para mitra kerja, serta petani, sesuai dengan tugas dan fungsi yang diatur dalam perjanjian yang telah dibuat. Akhmad Taufik menambahkan, jika perjanjian kerja sama ini dapat diimplementasikan dengan baik, maka akan ada banyak manfaat bagi perkembangan sektor pertanian di daerah. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan lokasi, sehingga Kutai Kartanegara tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga berpotensi untuk menyuplai kebutuhan pangan ke luar daerah. ANTARA