SURABAYA –
**Borneonews - Trenggalek**, Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mengadakan kegiatan pembagian ratusan karangan bibit yang berfungsi sebagai pengganti ucapan selamat. Kegiatan ini berlangsung pada puncak perayaan Hari Jadi ke-830 daerah tersebut yang diadakan pada hari Sabtu. Masyarakat yang hadir di sekitar pendopo dapat menyaksikan jalannya kirab kebudayaan serta acara purak tumpeng. Meskipun proses serah terima pusaka kepada Bupati Trenggalek belum sepenuhnya selesai, warga sudah menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan berebut karangan bibit yang berisi ucapan selamat dari berbagai badan atau lembaga, serta dari masyarakat persorangan. Karangan-karangan bibit tersebut ditata rapi di sepanjang jalur menuju pendopo sebelumnya. Keceriaan tampak jelas pada wajah para warga yang tidak sabar menunggu untuk mendapatkan aneka bibit tanaman buah serta bibit hortikultura. Suasana riuh dalam acara ini terjadi dua kali sebelum seremoni penyerahan bibit secara resmi dilaksanakan oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, kepada perwakilan dari masyarakat. Sebagai penutup puncak perayaan hari jadi, Pemkab Trenggalek bersama seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyediakan purak tumpeng agung dan purak bibit, yang juga melibatkan kontribusi dari berbagai pihak, baik donatur, instansi negeri, perusahaan swasta, hingga individu. "Karangan bibit ini telah kami bagikan selama beberapa tahun setiap kali peringatan hari jadi. Saya sangat konsen terhadap aspek pembangunan berkelanjutan, begitu juga dengan Bu Novita yang fokus pada pemberdayaan ibu-ibu melalui PKK-nya. Jika beliau mendistribusikan bibit untuk ketahanan pangan, maka saya juga melalui bibit ini berkontribusi dalam menghadapi perubahan iklim dan mencegah krisis iklim yang berpotensi menjadi krisis pangan dan masalah lainnya," ujar Bupati Mochamad Nur Arifin ketika diwawancarai oleh wartawan. Dalam pandangannya, konsep ucapan selamat dalam bentuk karangan bibit dirasa lebih bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus mendorong mereka untuk lebih peduli terhadap pembangunan berkelanjutan. Khususnya, dalam penguatan aspek ekologi untuk memitigasi dampak dari perubahan iklim yang dialami. Salah satu warga, Oliv, mengungkapkan bahwa dirinya sengaja datang lebih awal untuk mendapatkan bibit tanaman, seiring dengan tingginya ketertarikan masyarakat terhadap kegiatan ini. Bersama dengan Rantikasari, ia telah menunggu sejak pukul 09.00 WIB. "Saya dapat bibit buah alpukat, sedangkan tahun lalu mendapatkan bibit durian. Meski bisa membelinya sendiri, saya lebih memilih untuk ikut berkompetisi mengambil bibit ini karena merasa ini adalah berkah di Hari Jadi. Semoga kita semua mendapatkan kaluhuran," ucapnya penuh harapan. ANTARA