**Borneonews - Ambon**, Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Maluku berkomitmen untuk meningkatkan mutu serta kualitas hasil panen pala dari para petani dengan memanfaatkan alat pengering sederhana yang telah dirancang secara inovatif. Penggunaan alat bantu pengering ini menjadi sangat penting, terutama karena musim panen pala seringkali bertepatan dengan musim hujan, yang dapat memengaruhi proses pengeringan.
Kepala BPSIP Maluku, Kardiono, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah melakukan pendampingan serta pembinaan kepada kelompok tani yang berada di Desa Hila, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah. Inisiatif ini sudah berlangsung sejak tahun lalu dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas produk pala. Ia menambahkan, terdapat enam unit alat pengering yang digunakan kelompok tani di desa tersebut, dengan kapasitas masing-masing dapat mengeringkan antara 2.000 hingga 3.000 biji pala.
Alat pengering yang digunakan cukup sederhana, memanfaatkan komponen seperti bola lampu dan botol yang diisi dengan pasir panas. Dengan teknologi ini, petani diharapkan dapat menghasilkan pala yang berkualitas baik, sehingga memenuhi standar baik nasional maupun internasional. Kardiono menekankan pentingnya pola pengeringan yang tepat sebagai titik kritis untuk menghasilkan produk berkualitas.
Lebih lanjut, BPSIP Maluku telah melaksanakan berbagai kegiatan di Desa Hila, termasuk edukasi, proyek percontohan, dan pengembangan alat pengering lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan petani. Implementasi alur kerja yang baik dalam pengeringan diharapkan dapat memperbaiki mutu produk yang dihasilkan.
Sementara itu, Dony Lekatompessy, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Maluku, memberikan informasi bahwa produksi pala dari Maluku dalam bentuk bahan mentah saat ini menduduki posisi kelima di seluruh Indonesia, setelah Sulawesi Utara, Aceh, Maluku Utara, dan Papua Barat. Ia menekankan perlunya peningkatan jumlah produksi kopi serta pemeliharaan mutu dan kualitas hasil tani.
Komoditas pala dan cengkeh menjadi andalan bagi sektor pertanian di Maluku, bersanding dengan kelapa, meskipun saat ini pemasarannya di luar negeri masih dalam bentuk bahan baku. Pohon pala dan cengkeh tumbuh subur dengan banyak dikembangkan oleh para petani di seluruh kabupaten dan kota di Maluku, menciptakan peluang yang signifikan untuk pengembangan ekonomi lokal.
ANTARA
BPSIP Maluku Tingkatkan Kualitas Pala Petani dengan Alat Pengering
Bagikan:

AMBON –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Komentar (0)
Memuat komentar…







