KUPANG –
**Borneonews - Kupang**, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kecepatan angin yang dapat berlangsung hingga 5 September 2024. Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenotek, menjelaskan bahwa saat ini kecepatan angin di wilayah NTT berkisar antara 20 sampai 60 kilometer per jam. Peningkatan kecepatan angin ini diakibatkan oleh aktifnya *Monsoon Timur* serta adanya perbedaan yang signifikan dalam tekanan antara kawasan Australia dan Asia. Dengan potensi angin kencang yang dapat berlanjut hingga awal bulan September mendatang, Sti mengingatkan masyarakat akan kemungkinan risiko yang ditimbulkan. Salah satu dampak yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan terjadinya pohon tumbang, yang dapat membahayakan keselamatan. Sti juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap dahan-dahan pohon yang mungkin rapuh. Selain itu, saat angin bertiup kencang, masyarakat disarankan untuk berhati-hati terhadap baliho dan berbagai benda yang mungkin terbang akibat angin. Tidak hanya itu, Sti memberikan imbauan bagi warga untuk waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Dalam kondisi angin kencang, kegiatan seperti membakar sampah dan lahan kering sebaiknya dihindari, karena dapat menyebabkan kebakaran meluas. Ia menekankan pentingnya memastikan api benar-benar padam setelah digunakan. "Jangan membuang puntung rokok yang belum padam secara sembarangan," ungkap Sti sebagai pengingat kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan menjaga lingkungan. ANTARA