BOGOR –
**Borneonews - Kota Bogor**, Festival Merah Putih (FMP) 2024 yang diselenggarakan di Kota Bogor, Jawa Barat, resmi ditutup dalam sebuah acara meriah di Yonif Mekanis 315/Garuda pada hari Sabtu. Acara penutupan yang berlangsung pada tanggal 31 Agustus ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik. Di antara kegiatan yang diadakan adalah pertandingan *mini soccer* yang melibatkan Forkopimda dan para jurnalis, lomba yel-yel antarkesatuan, serta permainan tradisional untuk anak-anak. Selain itu, terdapat prosesi penyerahan pataka yang menambah semarak acara. Danrem 061/Suryakencana, Brigjen TNI Faisol Izuddin, menjelaskan bahwa FMP 2024 ditutup setelah sukses menyelenggarakan 17 rangkaian kegiatan sepanjang bulan Agustus sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia mengungkapkan, "Kegiatan tersebut meliputi pengibaran dan penurunan bendera secara rutin di Tugu Kujang, kirab Bendera Merah Putih sepanjang 200 meter pada tanggal 18 Agustus, serta beragam acara lainnya." Faisol menilai bahwa FMP 2024 merupakan sebuah inisiatif yang luar biasa. Ia menambahkan bahwa acara serupa baru pertama kali diselenggarakan di Kota Bogor dan belum pernah ada di daerah lain. "Kami berharap kegiatan seperti ini bisa digelar di lebih banyak tempat. Semangat Merah Putih kami harapkan dapat tersebar ke seluruh penjuru negara, dari Bogor untuk Indonesia," tuturnya. Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari, juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini, khususnya kepada komunitas Bogor Sahabats (BOBATS) sebagai penggagas dan motor penggerak utama FMP. Menurut Hery, "Ini adalah bentuk keberhasilan suatu daerah. Partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya nasionalisme dan rasa kebangsaan. Lebih dari sekadar lomba, acara ini menyasar partisipasi masyarakat secara keseluruhan selama sebulan." Hery berharap bahwa Wali Kota Bogor yang mendatang dapat melanjutkan penyelenggaraan FMP di tahun-tahun berikutnya. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga merupakan pendidikan demokrasi yang penting. Ia mengungkapan harapannya, "Semoga wali kota yang akan datang dapat meneruskan tradisi ini, yang merupakan pengalaman luar biasa dengan banyak kegiatan." ANTARA