MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Sebanyak 145 keluarga prasejahtera di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, baru-baru ini menerima bantuan sambungan listrik gratis melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang diselenggarakan oleh PT PLN (Persero). Inisiatif ini mencakup tujuh kecamatan di Makassar dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan memberikan akses yang lebih baik terhadap penyediaan listrik. Hal ini diharapkan bisa mengurangi ketimpangan dalam akses energi dan mempercepat penyediaan layanan dasar seperti listrik kepada masyarakat. Koordinator Perlindungan Konsumen dan Usaha Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ainul Wafa, mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya akan meningkatkan rasio elektrifikasi, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan taraf hidup masyarakat setempat. Ia menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan program BPBL, terutama bagi warga yang tinggal di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Calon penerima manfaat BPBL terdiri dari warga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), berlokasi di daerah 3T, serta telah mendapatkan verifikasi dari kepala desa setempat. Ini bertujuan untuk memastikan program tersebut tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung kepada mereka yang membutuhkan. Fathur Rahim, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Makassar, turut memberikan dukungannya terhadap program ini. Ia menegaskan pentingnya listrik sebagai kebutuhan primer bagi masyarakat dan berharap agar inisiatif ini dapat membawa berkah bagi semua pihak yang terlibat. Salah satu penerima bantuan, Tasinong (55 tahun), menyatakan rasa syukurnya atas bantuan yang diperoleh. Sebagai seorang ibu rumah tangga, kini ia dapat memiliki sambungan listrik sendiri tanpa harus bergantung pada tetangganya. Tasinong mengungkapkan sebelumnya ia harus membayar sejumlah Rp 60 ribu setiap bulan untuk menggunakan listrik dari rumah tetangga. Dengan adanya sambungan listrik ini, ia merasakan kenyamanan yang lebih besar. Darmawati (33 tahun), penerima lainnya, juga menyampaikan rasa syukur yang sama. Ia berharap dengan terpasangnya listrik di rumahnya, ia dapat membuka usaha dan berjualan di depan rumah, sehingga memberikan kontribusi positif bagi perekonomian keluarga. Dukungan juga datang dari Anggota DPR RI Komisi VII, Ridwan Andi Wittiri, yang hadir dalam acara penyalaan program BPBL di Jalan Malengkeri III, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Makassar. Ridwan menyatakan bahwa kehadiran listrik sangat penting sebagai penggerak roda kehidupan masyarakat, dan meminta agar masyarakat memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya dan secara aman. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Budiono, menekankan komitmen PLN untuk mendukung pemerintah dalam menyalurkan program BPBL ini. Ia mempertahankan bahwa di Provinsi Sulawesi Selatan, PLN akan memberikan bantuan kepada 3.387 warga prasejahtera, yang merupakan bagian dari upaya untuk mencapai keadilan energi dan rasio elektrifikasi 100 persen. Budiono yakin bahwa kehadiran listrik dapat mendorong produktivitas dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Ia juga menunjukkan optimismenya bahwa anak-anak akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk belajar dengan tersedianya listrik. Menurut catatannya, hingga Juli 2024, rasio elektrifikasi di Sulawesi Selatan telah mencapai 99,99 persen, dengan Kota Makassar juga mencatatkan angka yang sama. ANTARA