BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Toboali**, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp34,3 miliar untuk proyek revitalisasi Pasar Toboali. Sekretaris Daerah Pemkab Bangka Selatan, Haris Setiawan, mengungkapkan bahwa proses revitalisasi pasar tersebut telah selesai dilakukan dan dalam waktu dekat akan segera diresmikan. Pasar Toboali yang baru dibangun ini terdiri dari 68 unit ruko yang terdistribusi di dua lantai, dengan tambahan area *tooftop* di lantai ketiga. Proyek ini juga dilengkapi dengan 13 unit fasilitas toilet, yang mencakup 10 toilet umum untuk laki-laki dan perempuan, serta tiga toilet yang dirancang khusus untuk penyandang difabilitas. Tidak kalah penting, sistem alarm kebakaran turut dipasang guna menjamin keamanan pengunjung dan pedagang. Revitalisasi Pasar Toboali merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Pekerjaan ini dilaksanakan oleh PT Beringin Jaya Perkasa. Haris Setiawan menekankan bahwa proyek ini dirancang agar Pasar Toboali menjadi lebih modern dan representatif. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi para pelaku niaga. Selain itu, ia berharap revitalisasi ini dapat membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Lebih lanjut, Haris menyatakan bahwa desain pasar yang baru ini dirancang dengan mempertimbangkan keterjangkauan bagi para pelaku UMKM, sehingga dapat menarik lebih banyak pengunjung dan mempercepat perputaran ekonomi di daerah tersebut. Dia juga menjelaskan bahwa sebelumnya, Pasar Toboali merupakan pasar tradisional yang telah ada cukup lama, namun kondisinya semakin tidak teratur, sehingga revitalisasi menjadi langkah yang sangat diperlukan. Meskipun dilakukan peningkatan, para pedagang lokal yang telah berdagang di pasar tersebut tetap diakomodasi untuk melanjutkan usaha mereka. ANTARA