BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Pangkalpinang**, Pengurus Daerah Special Olympics Indonesia (SOIna) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi para penyandang disabilitas intelektual dan individu dengan talenta khusus. Kegiatan ini diadakan untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan mereka. Ketua Pengurus Daerah SOIna Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati, menjelaskan bahwa berdasarkan data dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, per Juni 2023 terdapat sekitar 23 juta individu penyandang disabilitas di Indonesia. Disabilitas tersebut mencakup berbagai kategori, seperti fisik, intelektual, mental, dan sensorik. Melati menekankan pentingnya merujuk pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang mengharuskan seluruh warga negara untuk memberikan perlakuan yang setara terhadap hak dan kewajiban penyandang disabilitas. Dia juga mengungkapkan keprihatinan terkait stigma negatif yang seringkali melekat pada penyandang disabilitas, khususnya anak-anak. Menurutnya, anak-anak ini sering dianggap sebagai beban dalam masyarakat. Pengurus Daerah SOIna Babel, yang telah aktif sejak tahun 2020, berkomitmen untuk mendorong prestasi olahraga bagi anak-anak bertalenta khusus penyandang disabilitas intelektual. Melati merasa bangga atas pencapaian yang diraih oleh SOIna Babel pada tahun 2023, di mana salah satu atlet binaan, Alfian, berhasil meraih medali perunggu di cabang olahraga renang pada Special Olympics World Summer Games (SOWSG) yang diadakan di Berlin, Jerman. Program pemeriksaan kesehatan ini mencakup delapan disiplin pemeriksaan yang dirancang khusus untuk atlet bertalenta khusus SOIna. Beberapa di antaranya adalah pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan kesehatan mata, pemeriksaan kesehatan telinga, fisioterapi, pemeriksaan kesehatan kaki, penyuluhan kesehatan, dan pelatihan daya pikir. Kegiatan ini melibatkan 150 peserta dari tujuh sekolah luar biasa yang tersebar di lima kabupaten/kota di Kepulauan Bangka Belitung. Program pemeriksaan kesehatan ini tidak hanya bertujuan untuk mendeteksi dini potensi masalah kesehatan sekunder, tetapi juga menekankan diferensiasi cara penanganan bagi penyandang disabilitas dibandingkan dengan individu tanpa disabilitas. Melati berharap kegiatan ini akan menjadi bukti nyata dari dedikasi kepada penyandang disabilitas dan anak-anak berkebutuhan khusus. Dia yakin bahwa langkah awal ini dapat menghasilkan lebih banyak atlet berprestasi, seperti Alfian, yang mampu mengangkat nama daerah di kancah nasional maupun internasional di masa yang akan datang. ANTARA