BOGOR –
**Borneonews - Sukabumi**, Unit Reserse Kriminal (Reskrim) dari Polsek Cibadak tengah melakukan penyelidikan terkait penemuan jasad seorang pria yang ditemukan tanpa busana dan identitas di saluran irigasi, yang berada di area persawahan Kampung Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Penemuan tersebut terjadi pada Sabtu pagi. Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang petani sekitar pukul 06.00 WIB. Petani yang saat itu sedang memperbaiki saluran air mencium bau tidak sedap, yang mendorongnya untuk mencari sumber dari bau tersebut. Ia sangat terkejut setelah menemukan jasad pria yang sudah dalam kondisi membusuk di aliran irigasi. Setelah menerima laporan dari warga, sekitar pukul 07.00 WIB, anggota Polsek Cibadak segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Ketika ditemukan, posisi jasad pria tersebut tertelungkup, dan dari hasil pemeriksaan awal, diperkirakan korban sudah meninggal lebih dari dua hari. Pria tersebut memiliki ciri fisik kulit sawo matang, tinggi sekitar 160 cm, dan diperkirakan berusia antara 30 hingga 40 tahun. Tidak jauh dari lokasi penemuan jasad, petugas juga menemukan beberapa barang milik korban, seperti pakaian hangat berwarna merah (sweter), celana berwarna cokelat, kemeja hitam putih, serta kaus hijau. Terdapat pula sejumlah uang sebesar Rp20 ribu di sekitar tempat penemuan. Jasad pria yang belum teridentifikasi tersebut telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah R. Syamsudin, S.H., yang terletak di Kota Sukabumi, untuk menjalani pemeriksaan *visum et repertum*. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat guna melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menemukan identitas jasad tersebut. Upaya ini termasuk penyebaran informasi terkait penemuan jasad dengan ciri-ciri yang ada, dengan harapan dapat mengungkap siapa sosok pria tersebut. Namun untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban, pihak kepolisian masih menunggu hasil dari rumah sakit yang bersangkutan. ANTARA