**Borneonews - Sukabumi**, Penyebab kematian seorang pemuda bernama M. Yusuf (23) yang ditemukan mengambang di pintu air PLTA Ubrug di Kampung Cikuya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat (23/8) akhirnya terungkap. Kapolsek Cibadak, AKP Idji Djubaedi, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, pemuda tersebut sebelumnya telah mengonsumsi mi yang dicampur dengan buah *kecubung*. Konsumsi bahan tersebut mengakibatkan korban tidak sadarkan diri dan mengalami halusinasi.
Lebih lanjut, AKP Idji menyatakan bahwa pihak kepolisian telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk tetangga, teman-teman, serta anggota keluarga korban. Keterangan yang diperoleh menunjukkan bahwa dua hari sebelum ditemukan tewas, tepatnya pada malam Rabu (21/8), M. Yusuf memasak mi bersama beberapa temannya. Saat itu, salah satu temannya mencampurkan mi dengan buah *kecubung*.
Saksi-saksi mengungkapkan bahwa setelah mengonsumsi mi tersebut, Yusuf menunjukkan perilaku aneh dan sempat mengigau. Dia kemudian dibawa ke tempat tidur santri yang berada di pondok pesantren, meskipun statusnya adalah santri yang tidak menetap atau biasa disebut santri kalong.
Pada Kamis (22/8) sekitar pukul 02.00 WIB, korban yang sudah tertidur ditinggalkan oleh teman-temannya. Hingga saat ini, belum diketahui apakah Yusuf terbangun setelah mereka pergi atau tidak. Namun, yang menjadi pusat perhatian dalam penyelidikan ini adalah kejadian yang membuatnya tercebur ke dalam sungai, sehingga jasadnya ditemukan di pintu air PLTA Ubrug, di Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak.
Kapolsek menambahkan bahwa setelah dilakukan penelusuran, ditemukan aliran sungai di sekitar lokasi tempat tidur santri, yang mengarah ke pintu air. Oleh karena itu, salah satu fokus penyelidikan adalah untuk mengidentifikasi apakah korban tercebur ke sungai karena faktor dirinya sendiri atau ada campur tangan orang lain.
Dalam konteks pengembangan kasus ini, saat ini Polsek Cibadak masih berkonsentrasi pada proses pemeriksaan berita acara saksi. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi dari pihak keluarga terkait peristiwa kematian ini. Polsek Cibadak juga telah berkoordinasi dengan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi, mengingat bahwa beberapa saksi yang dipanggil untuk memberikan keterangan masih berusia di bawah umur.
AKP Idji mengungkapkan bahwa investigasi lebih lanjut akan dilakukan oleh Polres Sukabumi guna mengungkap semua detail kejadian ini. Ke depan, diharapkan proses penyelidikan mampu mengedepankan kejelasan dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
ANTARA
Penyebab Kematian Pemuda di PLTA Ubrug Terungkap, Konsumsi Kecubung
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kapolres Gumas Tanam 50 Bibit Pucuk Merah di Lahan Bekas Karhutla
OJK Kalteng Manfaatkan Momentum BIK 2026, Dorong Masyarakat Bangun Ketahanan Finansial
Erupsi Gunung Semeru Terjadi Enam Kali dengan Tinggi Letusan Hingga 1,2 Km
Jarak Pandang Terbatas Akibat Kabut Asap, Wakil Ketua III DPRD Kalteng Minta Masyarakat Waspada
Jaringan Peredaran Kayu Ilegal Didalami Pihak Kemenhut
Komentar (0)
Memuat komentar…







