**Borneonews - Jakarta**, Direktorat Jenderal Imigrasi yang berada di bawah naungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia akan meluncurkan desain baru untuk paspor Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2024. Peluncuran ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan hari kemerdekaan bangsa sekaligus upaya dari Pemerintah untuk memperkuat kredibilitas dokumen perjalanan bagi warga negara Indonesia.
Desain baru paspor ini tidak hanya akan mengganti warna sampul dari biru kehijauan menjadi nuansa merah putih, tetapi juga menambahkan fitur-fitur pengamanan yang lebih canggih. Rencananya, paspor dengan desain anyar ini akan mulai digunakan secara resmi pada tahun 2025, dengan menampilkan motif kain Nusantara yang kaya akan budaya pada setiap halamannya.
Menurut penjelasan Direktur Jenderal Imigrasi Silmy Karim, perubahan desain paspor sesuai dengan standar yang direkomendasikan oleh *The International Civil Aviation Organization* (ICAO). Organisasi ini merekomendasikan agar semua negara anggota secara berkala melakukan pembaruan pada teknik dan fitur keamanan dokumen perjalanan mereka.
Perubahan desain secara rutin diadakan untuk mengantisipasi dan mencegah tindak pemalsuan paspor. Selain itu, penyesuaian desain ini juga merupakan respons terhadap dinamika lingkungan strategis yang memengaruhi keimigrasian, termasuk aspek politik, hukum, sosial, budaya, dan keamanan.
Sejarah menunjukkan bahwa paspor Republik Indonesia telah berganti desain beberapa kali sejak berdirinya Imigrasi Indonesia pada tahun 1945. Sampul paspor pertama kali berwarna abu-abu terang dari tahun 1945 hingga 1958, kemudian beralih menjadi biru antara tahun 1959 hingga 1982. Tahun 1983 menandai perubahan warna menjadi hijau, yang kemudian diganti menjadi hijau tua pada tahun 1995. Dalam satu dekade terakhir, sejak 2014, paspor memakai warna biru kehijauan.
Dengan desain baru yang menggunakan warna merah putih, paspor Indonesia kini memiliki penampilan yang lebih megah. Warna tersebut merupakan simbol dari semangat kemerdekaan yang diwakili oleh bendera merah putih. Lambang Garuda Pancasila tetap tercantum dengan jelas di bagian kanan atas sampul paspor sebagai identitas bangsa.
Desain baru paspor ini juga berfungsi untuk memperkuat identitas nasional melalui keragaman motif kain Nusantara, yang mencerminkan budaya dari Sabang sampai Merauke. Menariknya, motif yang ditampilkan akan berubah saat terkena sinar ultraviolet (*UV*), memberikan keunikan tersendiri.
Dalam konteks filosofi *Bhinneka Tunggal Ika*, keberagaman motif kain tradisional yang diintegrasikan dalam desain paspor ini menjadi simbol bahwa masyarakat Indonesia terus berupaya menjaga persatuan di tengah beragam perbedaan.
Paspor baru ini juga merefleksikan komitmen pemerintah dalam menjaga kedaulatan negara. Berbagai fitur keamanan ditambahkan untuk melindungi data para pemegangnya. Antara lain, permukaan sampul yang tahan panas dan fleksibel serta perlindungan untuk komponen elektronik seperti *chip* sangat diperhatikan. Halaman biodata paspor kini terbuat dari lapisan polikarbonat dan dilindungi dengan lapisan tambahan.
Kualitas bahan yang digunakan dalam pembuatan paspor juga mengalami peningkatan signifikan. Kertas yang digunakan dalam buku paspor dilengkapi dengan pengaman terhadap bahan kimia, sedangkan tinta yang diterapkan terdiri dari tinta yang tampak dan yang tidak tampak, yang dapat bercahaya di bawah sinar *UV*. Teknologi ini juga diterapkan pada benang jahitan buku paspor yang terdiri dari tiga warna, meningkatkan keawetan dan keamanan.
Dengan penambahan fitur-fitur keamanan serta peningkatan bahan baku dan teknologi pencetakan, paspor baru ini dirancang untuk menyederhanakan proses autentikasi dan meminimalkan kemungkinan pemalsuan. Diharapkan, paspor dengan desain baru ini tidak hanya tahan lama, tetapi juga lebih aman.
Langkah perubahan desain paspor ini dianggap sebagai titik mula bagi upaya meningkatkan pengaruh paspor RI di tingkat global. Peningkatan fitur keamanan yang diterapkan adalah langkah nyata dari negara untuk memastikan perlindungan bagi para pemegang paspor. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan internasional terhadap dokumen perjalanan Indonesia.
Sebagai dokumen penting untuk menjelajahi dunia, ranking paspor Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh desainnya, melainkan juga oleh beberapa faktor pendukung. Menurut Silmy, terdapat empat variabel utama yang harus diperhatikan: keamanan paspor, keamanan negara penerbit, perilaku warganegara di luar negeri, dan hubungan diplomatik antar negara.
Dengan demikian, prestise paspor tidak dapat diukur hanya dari aspek desain, namun juga memerlukan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan citra paspor Indonesia yang lebih kuat di kancah internasional. Dalam hal ini, Direktur Jenderal Imigrasi mengajak warga negara Indonesia untuk selalu mematuhi peraturan keimigrasian saat melakukan perjalanan ke negara lain. Masyarakat diimbau untuk tidak melanggar batas waktu tinggal yang diizinkan atau *overstay*, serta untuk menggunakan visa sesuai dengan tujuan perjalanan yang hendak dilakukan.
"Harapannya, kita bisa memperkuat paspor ini, dan suatu saat bisa berada dalam peringkat 20 besar dunia," ujarnya.
Paspor dengan desain baru ini direncanakan untuk diperkenalkan tahun depan. Bagi mereka yang masih memiliki paspor dengan desain lama, diharapkan untuk tetap menggunakannya hingga penggantian dapat dilakukan. Direktorat Jenderal Imigrasi juga sedang merancang kebijakan terkait transisi dari paspor lama ke desain baru agar seluruh warga negara Indonesia yang berencana bepergian mendapatkan paspor yang seragam.
"Itu semua akan kita atur dalam kebijakan, dan untuk sementara paspor lama masih dapat digunakan," tambah Direktur Jenderal Imigrasi.
ANTARA
Desain Baru Paspor RI, Simbol Identitas dan Keamanan Modern
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Edukasi 400 Peserta soal Investasi hingga Kejahatan Keuangan Digital
Boccia Rebut Emas ke-15 Bagi Kontingen Indonesia
Kodam XXII Tambun Bungai Bersama Bobon Santoso Sajikan 4.000 Porsi Makanan untuk Relawan Karhutla di Tumbang Nusa
Mario Aji Start P12 di Moto2 Australia
Gubernur Kalteng Tegaskan Komitmen Siapkan Fasilitas Kesehatan Warga Terdampak Kabut Asap
IAEA Siap Verifikasi Aktivitas Nuklir Iran, Dorong Solusi Diplomatik
Komentar (0)
Memuat komentar…







