BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kepala Cabang Pegadaian Pangkalan Bun Gusti Kesuma mengatakan, kantor Pegadaian masih sepi dari konsumen yang menggadaikan barang berharganya. Pasca libur lebaran ini, biasanya warga baru menggadaikan barang berharga sebulan setelah lebaran.
"Belum trennya, saat ini masih banyak warga yang nebus. Kalau yang menggadaikan masih jarang," kata dia melalui sambungan telepon, Rabu (13/7/2016).
Ia menjelaskan, faktor sepinya penggadaian barang berharga karena masih banyak warga yang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.
"Kalau sebulan setelah lebaran kan rata-rata warga yang mudik sudah kembali dari kampung halamannya, mereka biasanya menggadaikan barang berharganya seperti perhiasan dan surat-surat berharga karena kehabisan uang setelah pulang kampung," jelasnya.
Ia menjelaskan, penggadaian barang merupakan solusi alternatif bagi masyarakat yang tengah membutuhkan biaya. Terlebih, saat ini tahun ajaran baru sekolah akan dimulai.
"Biasanya warga yang menggadaikan barang berharganya membutuhkan biaya juga untuk anak sekolahnya dan membeli perlengkapan anak-anak sekolah," bebernya. (CECEP HERDI/m)








