BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pasar tradisional semi modern Indra Sari Pangkalan Bun yang menelan anggaran APBD senilai 20 Milyar pembangunannya akan dimulai bulan ini.
"Insya allah pembangunannya akan kita mulai bulan ini juga," kata Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Pasar Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Abdul Wahab, saat ditemui di ruangannya, Rabu (13/7/2016).
Menurutnya, nantinya pembangunan pasar semi modern yang mampu menampung 600 pedagang itu pelaksanaannya akan memakan waktu selama enam bulan kedepan dan direncanakan sudah selesai pada 15 Desember 2016.
Wahab menjelaskan pasar yang diperuntukan bagi pedagang yang direlokasi ke Pasar Tembaga Indah Kelurahan Baru akibat kebakaran beberapa waktu lalu itu, juga akan menampung pedagang dari Pasar Palagan Sari Madurejo.
Pasar tradisional semi modern dengan dua lantai tersebut menurut Wahab, khusus untuk lantai I akan diperuntukan bagi pedagang sayur dan buah-buahan. Sementara untuk lantai II untuk pedagang ikan, daging, telur dan sebagian lagi diperuntukan untuk tempat kuliner.
"Kita akan buat tempat santai berupa pusat jajajanan yang bahan mentahnya bisa langsung diambil dari pedagang ikan dan daging yang ada di lokasi, kebetulan kan dekat sungai jadi ada unsur wisatanya," terang Wahab.
Dinas Koperasi UMKM dan Pasar, Kabupaten Kobar saat ini juga sedang melakukan inventarisasi dan pendataan ulang terhadap penghuni kios baik di Pasar Indra Sari dan Indra Kencana.
Pendataan tersebut bertujuan agar kios-kios yang selama ini kosong dapat kembali di fungsikan. Nantinya pemilik akan diberikan tenggat waktu 15 hari untuk pendaftaran ulang, apabila selama batas waktu tersebut pemilik tidak melakukan registrasi maka pemerintah akan menarik kembali kios tersebut.
"Kita akan tarik kalau selama 15 hari tersebut tidak ada registrasi ulang, kita akan berikan kepada masyarakat yang ingin berdagang," tegas Wahab.
Dari inventarisasi yang berjalan untuk Pasar Indra Sari ada 40 kios kosong, sementara Pasar Indra Kencana 70 kios.
Wahab juga mengatakan kedepannya kios-kios yang kosong di lantai III pasar Indra Kencana bakal diperuntukan bagi masyarakat yang mau berusaha, seperti tukang sol sepatu, tukang cukur rambut, penjahit serta penempatan para PKL yang ada di pasar Indra Kencana.
"Kita juga ada wacana untuk menyediakan tempat bagi tukang pijat untuk menempati kios tersebut, tetapi tukang pijat yang betul mijat bukan yang lain-lain, kita akan seleksi nanti," ujar Wahab.
Untuk mereka, kata Wahab, selama beberapa bulan akan dibebaskan dari pembayaran tetapi hanya diwajibkan membayar retribusi harian saja. (KOKO SULISTYO/m)








