SAMARINDA –
**Borneonews - Samarinda**, Acara penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-30 di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, akan dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan menarik. Salah satu atraksi unggulan adalah pertunjukan 500 *drone* yang akan membentuk lafadz “Allah” dan “Muhammad”. Sri Wahyuni, seorang perwakilan panitia, menjelaskan bahwa pertunjukan yang diadakan dalam rangka MTQ ini bertujuan untuk memecahkan Rekor MURI. Pertunjukan ini akan menyuguhkan seni kaligrafi internasional serta pertunjukan *drone*, yang dijadwalkan untuk dihadiri oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Sebanyak 500 unit *drone* akan terbang pada ketinggian 300 meter, sehingga warga Samarinda dapat menyaksikan atraksi ini dari berbagai lokasi. Dalam upaya untuk memecahkan Rekor MURI, pihak panitia akan menciptakan pola tulisan “Allah” dan “Muhammad” yang terbesar di Indonesia menggunakan teknologi *drone*. Sri Wahyuni berharap agar kegiatan MTQ Nasional di Kalimantan Timur ini dapat dikenal sebagai pelopor inovasi dan kreativitas dalam acara keagamaan. Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional ke-30 ini dijadwalkan berlangsung dari 6 hingga 16 September 2024, dan diharapkan dapat digelar dengan penuh semarak serta semangat keagamaan yang tinggi. Acara MTQ kali ini juga akan mengangkat konsep digital, salah satunya melalui penggunaan hologram yang akan menampilkan proses masuknya Raja Kutai untuk memeluk agama Islam di Bumi Etam. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman unik, yang akan terasa seperti bermain game, terutama bagi mereka yang kurang familiar dengan sejarah Islam di Kalimantan. Sri Wahyuni juga memberikan beberapa saran bagi masyarakat yang ingin mendapatkan spot foto terbaik saat atraksi 500 *drone* berlangsung. Salah satu lokasi yang direkomendasikannya adalah jembatan, yang dinilai ideal untuk mengabadikan momen tersebut. Selain itu, panitia juga akan membuka kesempatan bagi para fotografer untuk berpartisipasi dalam kompetisi foto terbaik yang diadakan sepanjang acara berlangsung. "Kami mengajak media dan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam lomba potret indah ini," tambah Sri Wahyuni. ANTARA