BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Tanjungpandan**, Prajurit Pasukan Marinir (Pasmar) 1 dari Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) melaksanakan latihan pendaratan amfibi di pantai Tanjung Siantu, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, pada hari Sabtu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme para prajurit sebagai pasukan pendarat amfibi yang merupakan bagian dari Sistem Senjata Terpadu (SSAT) TNI AL. Komandan Pasmar 1, Brigjen TNI (Mar) Umar Farouq, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa latihan ini diadakan secara triwulanan. Ia juga menekankan pentingnya penguatan pemahaman tentang mekanisme pengambilan keputusan militer (PPKM) serta peningkatan kerja sama taktis dan teknis antar unsur kesenjataan dalam organisasi pasukan pendarat dan satuan terkait. Lebih lanjut, Brigjen Umar Farouq menegaskan bahwa latihan ini juga bertujuan untuk memperkuat sistem komando dan pengendalian serta dukungan administrasi logistik dalam operasi amfibi. Latihan ini diharapkan dapat menambah keahlian prajurit Pasmar 1 dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia juga mencatat bahwa Indonesia, sebagai negara kepulauan, memerlukan kesiapan khusus karena beberapa wilayahnya memiliki potensi kerawanan terhadap ancaman invasi atau serangan oleh pihak musuh. Dalam rungutan latihan yang berlangsung, Brigjen Farouq menyampaikan bahwa inti kegiatan LSL II AL mencakup perencanaan operasi amfibi di Mako Batalyon Infanteri 4 MAR. Proses ini meliputi embarkasi ke KRI di Dermaga Kolinlamil, gerakan menuju sasaran di laut Jawa, serta serbuan amfibi di pantai Tanjung Siantu, Belitung. Sebanyak satu batalyon tim pendarat dikerahkan dalam kegiatan ini. Meskipun demikian, latihan ini adalah latihan parsial yang juga melibatkan satuan lain, termasuk infanteri, kavaleri, artileri, satuan tempur, serta pasukan khusus. Selain itu, dukungan dari unsur KRI dari Koarmada I, helikopter dari Pusat Penerbang TNI AL, serta unsur pangkalan dari Lanal Babel juga turut berperan dalam kegiatan ini. Latihan tersebut direncanakan berlangsung dari 31 Agustus hingga 2 September mendatang. Selain kegiatan latihan pendaratan amfibi, para prajurit juga akan mengadakan sejumlah kegiatan tambahan, seperti pengobatan massal, bakti sosial, pertunjukan prajurit, serta makan siang bersama masyarakat di pantai Tanjung Pendam. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan prajurit, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI AL dan masyarakat setempat. ANTARA