JAKARTA –
**Borneonews - Moskow**, Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan pada hari Sabtu bahwa serangan yang dilakukan oleh Ukraina di wilayah Belgorod mengakibatkan kematian lima warga sipil dan melukai 46 lainnya. Serangan ini, yang dilaporkan menggunakan *cluster bomb*, dikutuk keras oleh pemerintah Rusia, yang menyebutnya sebagai tindakan "biadab" yang menyebabkan banyak korban, termasuk tujuh anak-anak. Dari informasi yang diperoleh, seorang anak dilaporkan dalam kondisi kritis setelah menjalani operasi, sementara dua warga dewasa lainnya sedang dipersiapkan untuk dirujuk ke Moskow guna mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif. Serangan ini juga dikenal sebagai tindakan yang dilakukan dengan menggunakan peluncur roket ganda yang berasal dari Ceko, dan menyebabkan kerusakan signifikan pada rumah-rumah serta infrastruktur di sekitarnya. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Komite Investigasi Rusia telah membuka sebuah kasus pidana dan pihak berwenang bersumpah bahwa mereka akan memastikan semua individu yang bertanggung jawab akan dihukum setimpal sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Dalam pernyataannya, kementerian tersebut menyebut insiden ini sebagai "tindakan intimidasi teroris yang direncanakan dan dipersiapkan dengan cermat" oleh pihak Ukraina. Rusia juga mengecam negara-negara Barat yang dianggapnya abai terhadap apa yang disebutnya sebagai "kekejaman berdarah". Selain itu, Moskow menuduh bahwa negara-negara tersebut turut berperan dalam memasok senjata berbahaya kepada Ukraina. Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak komunitas internasional dan organisasi terkait untuk mengecam serangan ini serta menjauhkan diri dari apa yang Rusia gambarkan sebagai "rezim Kiev dan para penasehat Baratnya." Pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Rusia juga menggarisbawahi komitmen negara tersebut untuk melanjutkan aktifitas militer di Ukraina hingga seluruh tujuan yang telah ditetapkan, termasuk "denazifikasi dan demiliterisasi" Ukraina, dapat tercapai. Situasi ini mengindikasikan adanya peningkatan ketegangan dalam konflik yang berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina, di mana kedua belah pihak saling tuduh melanggar hukum internasional dan menyerang warga sipil. ANTARA