JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menyampaikan komentar lucu mengenai Sandiaga Uno ketika mereka berkumpul dalam acara Apel Kader Partai Gerindra di Indonesia Arena, Jakarta Pusat, pada Sabtu. Prabowo bercanda bahwa Sandiaga adalah kader Partai Gerindra yang telah "disusupkan" ke dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dalam suasana santai, Prabowo mengungkapkan, "Bapak Sandiaga Uno ini kader Gerindra yang saya susupkan ke PPP kemarin. Hati-hati, ketua umum partai lainnya, ada banyak kader Gerindra yang saya susupkan ke partai-partai kalian," ungkapnya diiringi tawa. Reaksi riang dari para ketua umum partai yang hadir menunjukkan bahwa leluconnya diterima baik. Bahkan, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang turut hadir juga tampak terhibur oleh pernyataan tersebut. Setelah berkelakar, Prabowo melanjutkan pidatonya dengan memberikan penghargaan kepada para tamu penting lainnya, yang berasal dari berbagai kementerian. Momen tersebut menjadi kesempatan baik untuk merayakan persatuan dan kerja sama antarpihak. Sebagai informasi, Prabowo pernah berpasangan dengan Sandiaga Uno dalam kompetisi pilpres yang berlangsung pada tahun 2019 melawan pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Meskipun Prabowo dan Sandiaga tidak memenangkan pemilihan tersebut, keduanya kemudian diundang oleh Jokowi untuk bergabung dalam kabinetnya. Acara Apel Kader Partai Gerindra yang diadakan di Indonesia Arena ini menarik perhatian banyak tokoh penting. Beberapa di antaranya termasuk Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, serta sejumlah menteri seperti Menteri BUMN Erick Thohir dan Menko Polhukam Hadi Tjahjanto. Selain itu, tokoh partai lainnya juga hadir, seperti Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, menunjukkan kolaborasi yang kuat antar partai politik di Indonesia. Kehadiran berbagai tokoh nasional pada acara tersebut mencerminkan pentingnya hubungan antarpartai dalam konteks politik saat ini. Seluruh undangan termasuk kader golongan lain, membuktikan konsolidasi untuk menciptakan dialog yang konstruktif bagi kemajuan bangsa. ANTARA