JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, lebih dikenal sebagai Bamsoet, telah memberikan dukungan terhadap ide yang diusulkan oleh calon presiden terpilih dalam Pemilu 2024, Prabowo Subianto. Ide tersebut adalah menjadikan Kementerian Perumahan Rakyat sebagai sebuah kementerian tersendiri, terpisah dari Kementerian Pekerjaan Umum. Menurut pendapat Bamsoet, langkah ini akan memungkinkan pemerintah untuk lebih fokus dalam menyediakan perumahan yang layak bagi masyarakat dari berbagai lapisan. Selain itu, ia menilai bahwa sektor perumahan memiliki potensi besar sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyatakan, pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan Prabowo mencapai 8 persen bukanlah hal yang tidak mungkin dicapai jika pengelolaan sektor perumahan dilakukan dengan baik. Dia berpendapat bahwa kesinambungan dan penyempurnaan kebijakan yang telah dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo kepada Prabowo akan menjadi kunci keberhasilan dalam memajukan perekonomian Indonesia. Bamsoet mencatat bahwa tim Prabowo menargetkan pembangunan sebanyak 3.000.000 unit rumah per tahun. Dari jumlah tersebut, 2.000.000 unit diperuntukkan untuk daerah pedesaan dengan melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam proses konstruksi. Sedangkan, 1.000.000 unit lainnya merupakan apartemen yang akan dibangun di kawasan perkotaan, melibatkan berbagai elemen di dunia usaha. Dia menegaskan bahwa realisasi pembangunan sebanyak 3.000.000 unit rumah dapat dilakukan tanpa membebani masyarakat. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan dana dari BPJS Ketenagakerjaan untuk mendukung program perumahan. Bamsoet mengungkapkan bahwa berdasarkan peraturan yang ada, sekitar 30 persen atau setara dengan Rp138 triliun dari total Jaminan Hari Tua (JHT) yang mencapai Rp460 triliun dapat dialokasikan untuk program Perumahan Pekerja. Selanjutnya, dia juga menyoroti pentingnya pembentukan dana abadi perumahan rakyat melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang bernilai Rp25 triliun, yang dapat diinvestasikan dalam model dana abadi untuk meningkatkan jumlah pembangunan rumah. Bamsoet menambahkan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 8 persen memiliki dasar yang kuat. Dalam dua dekade terakhir, pendapatan per kapita Indonesia telah meningkat hampir mencapai 5.000 dolar AS, dibandingkan dengan sekitar 1.000 dolar AS sebelumnya. Dengan kepemimpinan Prabowo Subianto, ia yakin bahwa stabilitas politik serta kemitraan yang kokoh antara pemerintah dan sektor bisnis akan terus terjalin baik, sebagaimana yang telah dilakukan selama era pemerintahan Joko Widodo. Menyambut pemerintahan Prabowo, Bamsoet mengingatkan dunia usaha untuk mempersiapkan diri. Hal ini mengingat Prabowo dikenal sebagai sosok tegas yang mencintai Indonesia, sehingga pelaku usaha diharapkan bisa mengedepankan kepentingan rakyat dalam setiap kebijakan yang diambil. Ia juga mengingatkan agar kebijakan yang diambil tidak merugikan masyarakat, seperti pengenaan pajak yang berlipat-lipat. Selain itu, dia menyarankan agar impor kebutuhan pokok dan industri sebaiknya dikurangi, mengingat hal itu seringkali hanya menguntungkan segelintir orang dan merugikan masyarakat pada umumnya. ANTARA