BORNEONIEWS Pangkalan Bun - Rencana pembangunan water front city di pinggiran Sungai Arut kini sudah mencapai tahap proses Zonasi. Proses zonasi oleh pemerintah privinsi melalui Dinas Pekerjaan Umum. Sementara, amdal dan desain sudah selesai beberapa waktu lalu.
"Rencana itu kini sudah masuk proses Zonasi, proses zonasi itu semacam melihat proses peruntukannya," ungkap Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kotawaringin Barat Erdy Setiawan dan ruang kerjanya, Rabu (13/7/2016).
Ia menjelaskan, anggaran untuk pembangunan tersebut diharapkan dari gelontoran provinsi atau APBN. Sebab pembangunan yang digadang-gadang menelan anggaran hingga Rp1 triliun itu tidak akan mempu jika dikerjakan oleh Kabupaten Kotawaringin Barat.
"Anggarannya kita harapkan sharing dari provinsi dan pusat," kata dia.
Rencaranya jika proses zonasi itu selesai, maka pembangunan akan bisa dimulai pada 2018. Namun jika Gubernur Kalteng dapat mendorong agar rencana pembangunan ini cepat terealisasi bisa saja, pembangunan dilakukan secara bertahap.
Pembangunan water front city di sepanjang Sungai Arut itu nantinya sepanjang 4,6 kilo meter satu sisi sungai. Sedangkan, rencananya akan dibangun di kedua sisinya.
"Kalau panjang keseluruhannya kurang lebih 9 kilo meter lebih, lebarnya 36 meter," terang Erdy.
Menurutnya, Water front city ke depan bisa menarik dari beberapa sektor seperti pariwisata, Disperindag, Dinas Kesehatan dan lain-lain. Sebab, pembangunan itu akan mengganti jalan yang berada di bantaran sungai yang saat ini masih berupa kayu akan menjadi jalan yang di cor.
"Selain dapat dijadikan pariwisata, dari sisi kesehatan masyarakat yang berada di bantaran sungai juga akan meningkat, yang tadinya kumuh akan menjadi bersih karena akan ditata sedemikian rupa," terangnya. (CECEP HERDI/m)








