PALANGKARAYA –
**Borneonews - Palangka Raya**, Pemerintah Kota Palangka Raya, yang terletak di Kalimantan Tengah, kini menjadikan Gerai Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sebagai salah satu program utama untuk mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Pj) Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu, pada hari Sabtu. Gerai TPID telah didirikan di beberapa lokasi strategis di Kota Palangka Raya, termasuk di Kelurahan Pahandut Seberang, Pasar Kahayan, Kelurahan Kalampangan, dan Kelurahan Tangkiling. Upaya ini dilakukan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan memaksimalkan pengendalian inflasi dengan memperluas keberadaan Gerai TPID hingga ke tingkat kelurahan. Hera Nugrahayu juga menargetkan untuk membangun Gerai TPID di setiap kelurahan secara bertahap. Semua barang yang dijajakan di Gerai TPID ditawarkan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah. Berbagai bahan pangan pokok, seperti beras, minyak goreng, bawang merah, dan bawang putih, adalah produk yang dapat ditemukan di gerai ini. Gerai TPID ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara Pemerintah Kota Palangka Raya dengan berbagai pihak terkait, termasuk Bank Indonesia dan Bulog. Selain mengembangkan Gerai TPID, Pemerintah Kota juga membuka pasar penyeimbang di lokasi Pasar Datah Manuah yang berlangsung setiap hari Rabu dan Sabtu. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, mengungkapkan bahwa keberadaan Gerai TPID dan pasar penyeimbang diharapkan mampu menstabilkan harga bahan pokok serta mencegah inflasi, yang pada gilirannya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan. Diharapkan, Gerai TPID yang menyediakan beras *SPHP* (Beras Sehat Penuh Gizi) dapat memberikan dampak positif bagi kondisi ekonomi masyarakat di Palangka Raya. Selain itu, keberadaan gerai ini juga diharapkan mampu membantu mengatasi masalah dalam hal ketersediaan dan aksesibilitas beras berkualitas dengan harga yang terjangkau. Samsul Rizal juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, Bulog, dan masyarakat dalam memastikan distribusi beras *SPHP* berjalan dengan lancar. Ia berharap bahwa sinergi yang terjalin dapat memastikan proses distribusi dan penyaluran beras *SPHP* dapat dilakukan secara merata di seluruh wilayah Kota Palangka Raya. Saat ini, strategi pengendalian inflasi yang diterapkan mencakup pendekatan yang dikenal dengan istilah 4K, yang terdiri dari ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif. Hal ini diharapkan dapat membawa dampak positif terhadap stabilitas ekonomi di kawasan tersebut. ANTARA