BANTEN –
**Borneonews - Serang**, Bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Andra Soni dan Dimyati Natakusumah telah melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari persyaratan untuk mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di RSUD Banten, di mana mereka menegaskan kesiapan fisik dan mental dalam menghadapi proses tersebut. Dalam pernyataannya kepada wartawan di lokasi, Andra Soni menjelaskan bahwa ia sudah memiliki pengalaman dalam menjalani pemeriksaan kesehatan saat mengikuti pemilu sebelumnya. Ia mengaku tidak merasa cemas karena sudah terbiasa dengan serangkaian tes yang mencakup berbagai aspek, termasuk *mental health test*. "Ini bukanlah hal baru bagi kami. Tes kesehatan mental yang biasanya melibatkan 500 soal sudah tidak asing. Kami telah mempersiapkan diri dan siap menjalani proses ini. Kami berdua maju sebagai calon pemimpin bagi sekitar 12 juta warga Banten. Tentu saja, kami harus siap secara lahir dan batin," ungkap Andra. Andra juga menjelaskan mengenai prosedur yang harus dilalui sebelum tes kesehatan, di antaranya melakukan puasa selama 10 jam. Ia harus menahan diri untuk tidak sarapan atau mengonsumsi kopi di pagi hari, serta hanya diperbolehkan minum air putih. Kedua calon ini melakukan pemeriksaan tanpa didampingi oleh anggota keluarga. Sebelum menjalani tes kesehatan, mereka telah menjalani beberapa prosedur, termasuk pengambilan darah, pemeriksaan tekanan darah, dan tes urine. "Kami berkomitmen untuk mengikuti semua tahapan pemeriksaan kesehatan yang ada di RSUD Banten ini, dan Insya Allah kami akan melanjutkan ke proses berikutnya," imbuh Andra. Di sisi lain, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten, Mohamad Ihsan, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu syarat utama bagi calon kepala daerah yang ingin berpartisipasi dalam Pilkada 2024. Ia menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan tersebut akan disampaikan kepada pihak KPU pada tanggal 3 September 2024, setelah sebelumnya melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit. Dari pernyataan ini, terlihat bahwa proses pemeriksaan kesehatan tidak hanya menjadi formalitas semata, melainkan juga mencerminkan integritas dan kesiapan para calon untuk memimpin masyarakat Banten. ANTARA