BANTEN –
**Borneonews - Tangerang**, Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) tahun ini resmi menerima 2.700 mahasiswa baru, di mana tujuh di antaranya berasal dari luar negeri, termasuk negara-negara seperti Sudan, Kenya, dan Timor Leste. Rektor UMT, Desri Arwen, mengungkapkan bahwa jumlah mahasiswa yang diterima ini kemungkinan akan bertambah. Hal ini disebabkan masih adanya proses pendaftaran di perguruan tinggi negeri yang belum selesai. "Umumnya, setelah pendaftaran dibuka, akan ada peluang untuk pendaftaran tambahan dan juga kolaborasi dari berbagai organisasi Muhammadiyah di Provinsi Banten dan sekitarnya,” tutur Desri Arwen pada sebuah pernyataan di Tangerang. Sementara itu, untuk tujuh mahasiswa yang berasal dari luar negeri, Desri menjelaskan bahwa mereka akan tersebar di beberapa fakultas di UMT. Program studi yang diambil oleh mahasiswa internasional tersebut meliputi *bahasa Inggris*, akuntansi, teknik mesin, teknik sipil, dan keperawatan. Seluruh mahasiswa baru ini akan mengikuti masa ta'aruf (Masta) serta Program Pengenalan Studi Almamater (Propesa) untuk tahun akademik 2024/2025. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, yaitu pada 31 Agustus dan 1 September 2024. Dalam kegiatan pengenalan ini, pihak kampus memberikan berbagai bekal yang penting bagi mahasiswa baru. Pengenalan ini disusun dalam lima elemen yang dikenal dengan istilah 5M. Yang pertama adalah Muhasabah, yang berarti mahasiswa baru dituntut untuk mampu mengkalkulasi dan memetakan diri mereka sendiri selama menjalani proses studi. "Sehingga mereka paham langkah-langkah yang perlu diambil untuk menyelesaikan studi mereka, baik pada tingkat S1 maupun magister," jelas Desri Arwen lebih lanjut. Elemen kedua, Musabaqoh, mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya bersaing secara sehat dan menunjukkan potensi terbaik dalam bidang akademik maupun kegiatan lainnya. Berikutnya ada Muaqobah, yang mengandung makna memaksa diri. Di sini, mahasiswa diajak untuk berani mengambil risiko dan siap merasa lelah demi mengejar cita-cita mereka. Selanjutnya adalah Mubalagah, yang mengajak mahasiswa untuk saling berinteraksi, baik dengan sesama teman seangkatan maupun dengan organisasi-organisasi di dalam dan luar kampus. Terakhir, Mufarah mengingatkan mahasiswa untuk selalu mengedepankan semangat dan kegembiraan selama mereka menjalani studi di UMT, sehingga mereka dapat menuntaskan pendidikan dengan penuh antusiasme. ANTARA