JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Dalam berita ekonomi Indonesia yang berkembang pada hari Sabtu (31/8), terdapat berbagai isu penting yang layak untuk dicermati lebih lanjut. Di antara informasi tersebut, tercatat bahwa Presiden Joko Widodo menerima *Agricola Medal*, yang menjadi simbol komitmen Indonesia dalam menjaga tingkat ketahanan pangan. Selain itu, sektor pariwisata di Bali Utara mengalami kendala akibat masalah aksesibilitas. Salah satu hal penting yang disampaikan oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi adalah penerimaan penghargaan *Agricola Medal* dari organisasi Food and Agriculture Organization (FAO). Penghargaan ini dianggap sebagai pengakuan internasional terhadap usaha Indonesia dalam menjamin ketahanan pangan, suatu aspek yang semakin krusial di tengah tantangan yang ada. Di sisi lain, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya kontribusi dari Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Agraria (Kapti-Agraria). Ia berharap kelompok ini dapat menghadirkan inovasi dan gagasan yang konstruktif dalam sektor pertanahan, yang sangat penting dalam pengelolaan tanah secara efektif dan berkelanjutan. Perkembangan teknis juga terjadi di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok FTP-2. PT Rekayasa Industri (Rekind) telah berhasil menyelesaikan tahapan *first firing* pada proyek tersebut. PLTU yang berkapasitas 2x50 megawatt (MW) ini berlokasi di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan diharapkan dapat berkontribusi signifikan pada penyediaan energi di kawasan itu. Selanjutnya, dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), PT Bank BTPN Tbk telah memutuskan untuk mengubah nama menjadi PT Bank SMBC Indonesia Tbk. Perubahan ini mencerminkan sinergi yang lebih erat antara bank tersebut dengan induk usaha, menunjukkan langkah strategis untuk memperkuat posisi di pasar finansial. Di sektor pariwisata, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan bahwa sektor pariwisata di Bali, khususnya di Kabupaten Buleleng, menghadapi tantangan serius. Ia mencatat bahwa aksesibilitas yang buruk menjadi penghambat bagi perkembangan pariwisata di wilayah ini, yang berpotensi mengurangi jumlah wisatawan yang datang dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan berbagai isu ini, jelas bahwa Indonesia masih berjuang untuk mengatasi tantangan di berbagai sektor, baik dalam ketahanan pangan, inovasi di bidang pertanahan, pengembangan energi, maupun pariwisata, agar dapat mencapai kemajuan yang berkelanjutan. ANTARA