PALU –
**Borneonews - Poso**, Petugas dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Poso yang terletak di Sulawesi Tengah, berhasil menghalau upaya penyelundupan narkoba jenis *shabu* yang dilemparkan oleh orang tak dikenal dari luar areal penjara. Kepala Rutan Poso, Agung Sulistyo, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari deteksi dini yang dilakukan oleh petugas dalam upaya mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam Rutan. Kejadian ini terjadi pada Sabtu, 31 Agustus, sekitar pukul 17.01 WITA. Saat petugas melakukan pemantauan, mereka menemukan barang mencurigakan yang jatuh dari atap ruang menonton warga binaan. Bentuk barang mencurigakan yang ditemukan berupa kantong plastik transparan yang berisi sebatang rokok dan tiga buah batu. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih mendalam dan menemukan bahwa di dalam bungkus rokok tersebut terdapat substansi yang mencurigakan. Setelah menemukan barang tersebut, petugas segera melaporkan kejadian itu kepada Komandan Jaga dan Kepala Pengamanan Rutan, Rudisantoso, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dalam upaya penanganan yang intensif, pihak Rutan melakukan koordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba dari Polres Poso untuk menindaklanjuti insiden ini dengan pemeriksaan dan investigasi lebih detail. Sebagaimana jelas dikemukakan oleh Agung Sulistyo, begitu petugas dari Satres Narkoba tiba di Rutan, mereka langsung melakukan pemeriksaan terhadap bungkusan plastik yang dicurigai, dan hasilnya menunjukkan bahwa barang tersebut memang merupakan narkotika jenis *shabu*. Sementara itu, Hermansyah Siregar, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah, menekankan pentingnya komitmen untuk mencegah dan memberantas peredaran narkoba di dalam Lapas dan Rutan. Ia memberikan apresiasi terhadap keberhasilan penggagalan penyelundupan narkotika ke dalam Rutan Poso dan menekankan pentingnya upaya kolektif dalam memerangi masalah ini. Dia juga menegaskan bahwa program Lapas dan Rutan *Bersinar* (Bersih dari Narkoba) semakin intensif diperjuangkan, sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam menanggulangi peredaran narkotika di seluruh Indonesia. Setelah insiden penyelundupan tersebut, pihak Rutan Poso berkomitmen untuk meningkatkan keamanan dan pengawasan di dalam penjara, memastikan bahwa lingkungan sekitarnya aman dan bebas dari barang-barang yang terlarang. ANTARA