JAKARTA –
**Borneonews - Bali**, Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak semua anggota parlemen dari Republik Indonesia dan negara-negara di Afrika untuk lebih giat menyuarakan aspirasi suara rakyat. Hal ini bertujuan agar kemitraan antara kedua wilayah dapat menghasilkan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Dalam kesempatan membuka acara Indonesia-Africa Parliamentary Forum (IAPF) 2024 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali pada hari Minggu, Puan menekankan pentingnya peran parlemen. Ia menyatakan, “Saya mengajak kita untuk menyuarakan lebih keras bahwa Parlemen akan berada di garda depan untuk memperjuangkan perdamaian dan kesejahteraan di Afrika, di Indonesia, dan di dunia.” Pernyataan ini menunjukkan komitmennya untuk memperkuat peran legislatif dalam isu-isu global. Lebih lanjut, Puan berharap pertemuan IAPF dapat memberikan nilai tambah dalam interaksi antara negara-negara Afrika dan Indonesia. Ia mengingatkan bahwa nilai tambah tersebut akan tercapai jika parlemen dapat memperkuat kerja sama dengan pemerintah, bukan sekadar menduplikasi atau mengulangi kerja sama yang ada. “Nilai tambah akan didapat jika kerja sama IAPF berkontribusi mewujudkan aspirasi rakyat di Afrika dan Indonesia untuk menikmati kehidupan yang lebih damai dan sejahtera. Mengingat berbagai krisis di dunia yang berdampak langsung pada masyarakat, maka Parlemen perlu lebih aktif dalam menyelesaikan berbagai masalah global,” ujarnya. Puan juga menekankan bahwa peran parlemen sangat penting dalam mendorong terciptanya perdamaian serta menolak segala bentuk kekerasan. Ia menekankan pentingnya dialog dan diplomasi sebagai cara untuk menyelesaikan berbagai permasalahan antarnegara. Ini terutama berlaku di negara-negara demokrasi, di mana parlemen memegang peranan dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan negara, baik untuk memulai perang maupun untuk mencari solusi damai. Selain itu, Puan menegaskan komitmen Indonesia dan Afrika untuk terus mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina serta menghentikan konflik di Gaza, Ukraina, dan berbagai wilayah lain yang dilanda perang. “Kita harus memilih untuk mendorong kerja sama yang saling menguntungkan dan bukan *zero-sum approach*, serta memperkuat multilateralisme, bukan kebijakan unilateral,” tambahnya. IAPF dilaksanakan bersamaan dengan Forum Tingkat Tinggi (FTT) Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-2, yang diselenggarakan oleh pemerintah di Nusa Dua, Bali, dari tanggal 1 hingga 3 September 2024. Acara ini dihadiri oleh sekitar 855 peserta dari berbagai negara, dan Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan hadir. FTT Indonesia-Afrika juga digelar bersamaan dengan Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multi-pihak (High-Level Forum on Multi Stakeholder Partnerships), yang merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Luar Negeri dan Bappenas. Diperkirakan total peserta akan mencapai 1.500 delegasi yang berasal dari negara-negara Afrika serta negara-negara dari Global South lainnya. ANTARA