JAKARTA –
**Borneonews - Badung, Bali**, Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multipihak, yang juga dikenal sebagai *High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships* (HLF MSP) 2024, diprediksi akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian lokal di Bali. Kegiatan ini tidak hanya akan berdampak pada aspek ekonomi makro, tetapi juga mikro, memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat setempat. Deputi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Kementerian PPN/Bappenas, Bogat Widyatmoko, menyatakan bahwa acara ini akan dihadiri oleh sekitar 1.275 peserta dari 26 negara. Partisipasi tersebut mencakup 786 perwakilan dari berbagai pemerintah, 102 orang dari organisasi internasional, 107 individu dari lembaga non-pemerintah, 128 wakil dari sektor swasta, serta peserta lainnya dari filantropi, lembaga pemikir, komunitas akademisi, dan bank multilateral. Kehadiran mereka dipastikan akan meningkatkan jumlah wisatawan yang datang, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Bogat menambahkan, penyelenggaraan HLF MSP 2024 diharapkan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi lokal dengan meningkatkan permintaan terhadap layanan akomodasi, makanan dan minuman, serta transportasi dan destinasi wisata. Hal ini akan menciptakan peluang kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Selanjutnya, forum ini juga bertujuan untuk menciptakan berbagai kemitraan multipihak yang akan memperkuat modalitas ekonomi Indonesia di masa depan. HLF MSP 2024 berperan sebagai platform strategis untuk membahas kolaborasi transformatif dengan tujuan mengatasi tantangan global, seperti kesenjangan pembangunan, melalui pendekatan yang melibatkan berbagai pihak. Diharapkan, forum ini bisa menjadi wadah bagi pemangku kepentingan dari sektor pemerintah dan non-pemerintah untuk bersama-sama mencari solusi dan mengambil tindakan kolektif dalam menghadapi tantangan yang bersifat global. Bogat menekankan bahwa jejaring antara pelaku ekonomi domestik dan global diharapkan mampu semakin kuat, sehingga kolaborasi ekonomi yang lebih intensif dapat terjalin di masa mendatang. Sebagai bagian dari peringatan 69 tahun Konferensi Asia-Afrika yang berlangsung pada tahun 1955, HLF MSP 2024 memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk mempromosikan berbagai sektor strategis dalam bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan. Ini sejalan dengan visi jangka panjang Indonesia, yaitu Visi Indonesia Emas 2045, serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Secara keseluruhan, forum ini diharapkan tidak hanya menguntungkan Bali secara ekonomi, tetapi juga dapat memperkuat posisi Indonesia dalam kerjasama internasional yang lebih luas. "Kami ingin melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dalam forum ini. Kami berharap hasil dari HLF MSP 2024 akan memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan dan kesejahteraan bersama," tutup Bogat. ANTARA