JAKARTA –
**Borneonews - Yogyakarta**, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Agus Harimurti Yudhoyono, mengungkapkan harapannya agar alumni Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya di bidang agraria dan tata ruang. Dalam acara Fun Run Kapti-Agraria yang berlangsung pada hari Minggu, Agus menekankan perlunya *talenta* terbaik serta Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kementerian ATR/BPN untuk bergabung dalam upaya pembangunan IKN. Dia menegaskan, "IKN sangat memerlukan individu-individu yang berkualitas. Kami berharap lulusan dari STPN nantinya dapat memberikan kontribusi terbaik mereka di sana." Agus juga menjelaskan bahwa Kementerian ATR/BPN memiliki beberapa kantor perwakilan, termasuk di wilayah Kalimantan Timur. Hal ini menunjukkan potensi bagi lulusan STPN untuk ditempatkan di daerah tersebut. "Kami memiliki kantor wilayah dan kantor pertanahan di sana yang diharapkan dapat melibatkan pegawai dalam mendukung pembangunan IKN," tambahnya. Lebih lanjut, Agus mendorong STPN untuk bertransformasi menjadi Politeknik Agraria. Transformasi ini dianggap penting untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi tidak hanya secara teoritis, tetapi juga praktik yang cukup dalam bidang agraria, terutama dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Dalam pandangannya, keberadaan STPN sangat krusial dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkarakter unggul dan berwawasan kebangsaan. Oleh karena itu, Agus menegaskan perlunya penambahan program studi minimal tiga program studi pada tingkat D3 dan D4, serta pembangunan infrastruktur pendukung di lingkungan kampus untuk mendukung proses pendidikan yang lebih baik. Dengan status sebagai politeknik, STPN diharapkan dapat menyediakan program pendidikan yang lebih aplikatif dan fokus pada pengembangan keterampilan praktis yang dibutuhkan di sektor pertanahan dan tata ruang. Agus mencatat pentingnya bahwa transformasi ini tidak hanya sebatas perubahan nama, tetapi juga mencerminkan komitmen untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dia menyimpulkan bahwa transformasi STPN menjadi Politeknik Agraria akan membawa dampak positif dalam meningkatkan kualitas lulusan. "Lulusan yang dihasilkan harus memiliki keahlian yang memadai, bukan hanya dari segi teori, tetapi juga praktis, serta integritas yang tinggi untuk mengatasi berbagai isu yang berkaitan dengan pertanahan dan tata ruang di tingkat nasional," pungkasnya. ANTARA